sebenarnya ada banyak hal yang ingin ditulis.
hari ini saya baru selesai pemberlengkapan alumni.
ada banyak hal yang saya dapatkan dan ingin saya tulis di blog ini.
tapi sepertinya itu tidak memungkinkan..hahaha baku amat yaaaa...
jadi begini,,
akhir2 ini saya belajar lebih banyak mengenal Tuhan, di sisi lain juga tantangan memang terus ada.
padahal setelah selesai sidang saya pikir setidaknya tidak ada tantangan dulu untuk sementara.
tapi ternyata banyak. ada beberapa hal juga di masa sukacita saya *setelah sidang* yang membuat saya cukup menguras air mata..#naon#..
saat menulis ini juga saya merasa sedang kelelahan, lemah, dan agak sakit di bagian perut.
itulah alasan saya tidak bisa menulis banyak malam ini, tapi tangan saya sudah gatal untuk menulis.
itinya, dari segala sesuatunya, saya mau katakan kalau Tuhan itu baik. Tuhan itu setia.
Dia tidak pernah meninggalkan saya.
bkan karena saya baik, maka Dia baik.
bkan karena saya setia, maka Dia setia.
Dia baik dan setia, karena Ia memang begitu.
Dia ingin mencurahkan kasihNya.
krinduanNya adalah memenuhi kita dengan pribadiNya sendiri.
Di tengah masa sulit, kegagalan, dan kesalahan, ia membuktikan kasih dan kesetiaanNya.
Dia tak pernah meninggalkan kita seorang diri.
=D saya tidak mengerti penuh apa yang sedang saya tulis #eh.
tubuh saya minta segera istirahat. Ok.
fnally, i wanna say again that God is good and faithful.
Siang tadi pikiran saya dipenuhi oleh banyak hal. Selagi mengerjakan TA, ada banyak hal terlintas di pikiran.
"Kapan TA ini selesai? Selesai ga ya? Ko kek masih banyak?
"Gimana kalo ternyata banyak salah?"
Saya pun membayangkan diri saya saat di ruang sidang.
"Akankah dosen2 'membantai saya'? Akankah mereka menganggap TA saya banyak kekurangan?
Apakah mereka akan memberi nilai saya jelek?"
Saya berdoa sama Tuhan supaya dapet nilai triple A. Tapi entah mengapa, hati saya khawatir, seolah2 pikiran saya berkata kalo saya ga akan dapet triple A.
Kemudian saat saya mandi, pikiran saya pun tak henti mengajak saya berpikir.
"Akankah saya tetap setia kalo sudah lulus nanti? Akankah saya tetap memuridkan kalo sudah alumni nanti?"
Dalam hati saya, "Oh Tuhan aku ingin Kau dapati aku setia. Aku takut Tuhan kalo aku ga setia. Aku takut kalo aku meninggalkan Tuhan nanti. Tolong aku Tuhan"
Pikiran saya pun membawa saya pada acara HC jumat-minggu depan. Terlintas nama-nama di benak saya.
"Apakah mereka akan ikut? Kalo ikut, apakah mereka akan menerima atau menolak sesi-sesi yang ada?
Apakah saya sudah sidang sebelum HC? Akankah saya bisa datang HC?"
Ah,,rasanya terlalu banyak yang dipikirkan. Rasanya pikiran ini udah ga bener. Intimidasi dan kebohongan coba iblis taro di pikiran saya.
Sehabis mandi, saya putuskan untuk menghadap Tuhan, bertemu denganNya, kekasih hati saya. Saya datang kepadaNya, saya memuji Dia, saya menyerahkan pikiran dan hati saya.
Saya bernyanyi lagu "Tetap Setia" berulang kali dengan air mata yang ga bisa ditahan lagi.
Hingga Roh Kudus ingatkan saya lagu "Bila Kau yang membuka pintu" yang udah jarang saya nyanyiin dan udah jarang juga dinyanyiin di gereja ato di persekutuan. Lagu ini me-rhema bgt. Ini dia liriknya.
SEGALA PERKARAKU KUSERAHKAN PADA-MU
ALLAH PEMBELAKU
SEGALA KUATIRKU KUTARUH DI KAKI-MU
ALLAH PEM’LIHARAKU
BILA KAU YANG MEMBUKA PINTU
TAK ADA SATU PUN DAPAT MENUTUPNYA
BILA KAU YANG MENGANGKAT AKU
TIADA YANG DAPAT MERENDAHKANKU
*ada foto liminhoo nya lohh di awal,,hahah*
PESAN HARI INI:
Saat iblis mulai taro kebohongan2, kekhawatiran2, pikiran yang negatif, datang sama Tuhan. Bukan bagianmu untuk berusaha keluar dari perasaan perasaan itu karena kita ga bisa dengan kekuatan kita, tapi datang padaNya. KasihNya, hadiratNya, dan kuasaNya lah yang akan membebaskanmu dari segala ketakutan dan kekhawatiran.
Berdoa meng-kleim janji Tuhan, mengucap syukur bahkan untuk doa yang belum terjawab, memuji Tuhan, perkatakan hal yang positif, pikirkan dan bayangkan hal yang positif.
Sukacita melimpah...aminnnn
DOA :
Tuhan Kau baik. Kau baik dalam segala hal. Apapun kondisinya, waktunya, tempatnya, Engkau baik Bapa. Sangat baik.
Aku mengucap syukur Tuhan karena Engkau ga pernah meninggalkan aku. Kau selalu ada buat aku.
Aku mengucap syukur Tuhan untuk Tugas Akhir yang luar biasa. Kalo tanpa Tuhan ga mungkin aku bisa sejauh ini. Aku mengucap syukur untuk Tugas Akhir yang selesai pada waktu yang indah. Terimakasih karena Tuhan aku ga menyerah akan Tugas Akhirku ini.
Terimakasih Tuhan untuk dosen pembimbing yang luar biasa. Terimakasih Tuhan untuk dosen-dosen penguji yang keren dan murah hati. Terimakasih Tuhan untuk nilai Tugas Akhir yang triple A. Terimakasih Tuhan untuk TA yang baik dan cuma sedikit revisi. Hehe (boleh ya Tuhan aku doa supaya sedikit aja revisinya?).
Terimakasih Tuhan untuk pekerjaanku nanti.
Terimakasih Tuhan untuk anak-anak rohani dan anak2 yang akan menjadi anak rohani karena mereka ikut HC. Aku percaya mereka akan dijamah, diubah, diperbaharui, dimenangkan, menjadi prajurit Allah.
Terimakasih untuk masa depan yang cerah, panggilan yang luar biasa, teman hidup yang cinta Tuhan dan ganteng..*hahahah*, untuk keluarga jasmani dan rohani yang luar biasa. Terimakasih karena Engkau pakai aku juga untuk membangun Indonesia.
Thank you Jesus. Love You so muchhhhh.. You're my Lord, my Love, my saviour, my best friend ever, my Father, my provider, my shelter, strong tower.
Semoga tulisan ini bukanlah tulisan galau..Hahaha..Saya hanya ingin curcoll..*apasamaaja?*
saat ini jam 0.41 saat saya mulai menulis.
pikiran saya rasanya sudah penuh. ingin dikuras saja.
mata saya memandang pada laporan yang juga belum selesai ini.
saya kira tinggal sedikit lagi.
manual book, abstrak, edit tabel-tabel, dan lain-lain.
tapi butuh waktu yang lama ternyata.
masih ada slide presentasi yang belum dibuat.
masih ada program yang belum jalan.
miris rasanya.
saat melihat foto-foto yang muncul di home jejaring sosial itu
ada rasa iri mulai memasuki relung hati.
melihat teman-teman yang sudah bekerja.
melihat teman yang berjalan-jalan ke luar kota, pulau, dan negeri.
ingin juga ikut proyek itu...hahaha..
bisa jalan-jalan keliling Indonesia..
tapi kakiku tertahan karena perihal 2 huruf ini
saat ini jam tidur sudah tak menentu.
jam sekarang pun saya masih terjaga.
tetapi
aku percaya..dan tetap percaya...
segala sesuatu indah pada waktunya..
aku yakin giliranku pun akan tiba..
mengunjungi tempat-tempat di negeriku yang indah ini
aku yakin giliranku pun akan tiba...
saat aku duduk di sabuga dan menjabat tangan rektor
aku yakin giliranku pun akan tiba,..
saat namaku menjadi Nella Riskiana, S.T
ya segeraaaaa...
Haiii masbrow and mbaksistt...hahay...sudah lama daku tak menulis blog. Maklum sedang hectic. Sekarang juga masih sih, tapi udah ga tahan pengen nulis dulu,,*kek apa aja*
Oke..tulisan kali ini bertemakan 7x 70x yang mana adalah tema SR hari ini. Ada beberapa yang ingin aku tulis mengenai hal-hal yang kudapatkan hari ini. These are them.
Pertama : "Lukamu adalah luka Tuhan juga, karena Dia Bapa yang baik." -Mas Risen-
Kira2 itulah kalimat yang diucapkan oleh WL(worship leader) saat doa tadi pas SR. Buat aku kalimat itu ngena banget. Ga tau kenapa, Roh Kudus kek ngingetin gitu. Kalo apa yang menjadi kesedihanku, itu juga menyedihkan hatiNya. Kalo hatiku terluka, Dia pun ikut terluka. WOW, keren banget sih Tuhan!!!!
Dia benar-benar Allah yang peduli, bahkan Dia ikut turut merasakan. Dia yang paling mengerti. Dia Bapa yang baik.
Apa yang menjadi kesedihan saya, dan segala sesuatu yang saya rasakan alami hari-hari ini, itu yang Dia rasakan juga. Saya tidak sendiri. Ada pribadi yang benar2 mengerti. Betapa berharganya saya, sampai saat saya sedih, Dia ikut sedih.
Dia yang menghapus air mata saya. Dia ada menemani saya saat saya begadang. Dia membangunkan saya kalo ketiduran. Dia menolong saya. Dia menghibur saya.
Kawan, apakah kamu sedang bersedih sekarang? apa kamu sedang banyak masalah?
Kawan, tahukah kamu kalo Tuhan pun merasakan apa yang kamu rasakan?
Kawan, tahukah kamu kalo Tuhan ga ingin kamu bersedih?
Dia bukan Allah yang menahan2 kebaikan. Dia justru ingin memberinya berlimpah-limpah dalam hidupmu. Dia peduli hidupmu. Dia ada untukmu. Dia mengasihimu. SANGAT!!!.
Kedua : 7x 70x!
Konsep 7x 70x berbicara tentang hal pengampunan ke sesama. Tapi, waktu tadi dibahas, saya teringat tentang rhema yang dari Tuhan mengenai 7x 70x ini. Jadi begini, waktu itu pada saat saya masih belum bener2 serius/niat/rajin ngerjain TA saya keseringan tidur. Saya pada dasarnya memang orang yang tidur cepat, tapi bangun pagi. Nah di masa itu, saya malah sering bangun siang. Padahal saya tau harusnya saya tidur lebih malam dan bangun lebih pagi di masa itu. Saya sering merasa bersalah saat bangun tidur. Saya sering banget minta ampun sama Tuhan karena banyak tidur. Saya berusaha *atau mungkin belum terlalu berusaha* untuk bangun tapi yah begitulah. Hingga sampai saat di doa sate saya setiap pagi cuma berisi minta ampun sama Tuhan karena tidur. Saya merasa terintimidasi. Pernah suatu kali akhirnya saya berhasil bangun pagi. Saya saat teduh dan bilang minta ampun kalo suka tidur sampai hari sebelumnya, saya berdoa supaya hari itu saya menjadi fokus dan efektif mengerjakan TA saya. Tapi kamu tau apa yang terjadi? Setelah saya menutup doa sate saya, saya kembali tidur. What? Baru aja minta ampun, tapi langsung saya lakuin lagi seketika itu juga. Itulah saya.
Saya merasa semakin bersalah sama Tuhan. Saya merasa nakal karena ga manfaatin waktu dengan baik. Saya frustasi. Setiap doa saya cuma berisi minta ampun. Dan semenjak saat itu saya malah semakin merasa menjauh dari Tuhan. Saya merasa ga layak. Saya menyerah, sampai berkata "Ya udahlah Tuhan, mungkin saya mah emang gini". Saya merasa kalo Tuhan udah ga mengampuni saya. Ya iyalah secara masa baru minta maaf, langsung saya gitu lagi. Saya takut Tuhan marah sama saya. Saya merasa saya ga layak diampuni.
Sampai saat saya datang lagi sama Tuhan. Saya menyerah di hadapanNya. Saya bilang sama Tuhan, "Tuhan aku udah sering banget minta maaf, dan sering banget aku melakukan hal yang sama bahkan setelah baru saja minta maaf. Gimana nih Tuhan? Tuhan ampuni aku ga?"
Dan Tuhan jawab tentang 7x 70x itu. Seperti Tuhan suruh kita mengampuni orang yang bersalah sama kita 7x 70x (tidak terbatas) meskipun orang itu melakukan kesalahan yang sama dan berkali-kali ke kita, kita harus tetep ngampunin. Begitu juga dengan Tuhan. Dia tetep mengampuni kita meskipun kita sudah berkali-kali minta ampun bahkan untuk hal yang sama. Dia adalah kasih yang sempurna. Anugrah pengampunanNya selalu ada. Dia tidak mengingat2 lagi kesalahan kita. Dari situlah saya dimerdekakan. Saya tau Tuhan ampuni saya dan saya terus belajar untuk memanfaatkan waktu sebaik2nya. Hubungan dengan Tuhan pun dipulihkan.
Ketiga : Mengampuni bukan dengan konsep dunia, tetapi mengampuni dengan konsep Tuhan.
Bayangkan jika kamu disakiti seseorang dan Tuhan suruh kamu ampuni dia!! Bagaimana rasanya?? Rasanya seperti TIDAK FAIR. Banyak orang yang disakiti merasa 'rugi' jika mengampuni.
"dia kan udah nyakitin saya, dia kan udah kecewain saya, bapa saya kan udah ninggalin saya, mama saya kan ga ngurusin saya, temen saya kan udah mengkhianati saya, dia kan udah nyinggung saya,
........kan udah.............saya *isi sendiri*" Dan bagaimana kalo kamu disuruh ngampunin mereka dengan cuma2? Apalagi kalo kamu sebenernya udah baik sama mereka. Rasanya ga fair???
Ya tentunya rasanya ga fair saat kita menggunakan konsep yang dari dunia. Tapi itu akan menjadi sangat fair saat kita menggunakan konsep Tuhan. Kawan, Tuhan udah mengampuni kita melalui Yesus Kristus yang mati di kayu salib. Dia mengampuni segala dosa-dosa kita. Dia memberinya dengan cuma-cuma saat kita percaya kepadaNya. Dia mengampuni walau kita masih berdosa, Dia tetap mengampuni walau terkadang kita sering jatuh dalam dosa. Tuhan Yesus ga bilang "Ga fair dong kalo yang berbuat salah itu manusia, tapi yang mati buat mengganti dosa-dosa mereka itu Aku?" But thanks God, Tuhan yang penuh kasih mengampuni kita dengan cuma-cuma. Saat kita mengerti konsep Allah, bahwa kita diampuni Tuhan dengan kasih karuniaNya, maka secara otomatis sudah seharusnya kita mengampuni orang lain dengan cuma-cuma. Itulah FAIRNESSnya. Saya sudah diampuni secara cuma-cuma, maka saya pun harus mengampuni orang yang bersalah pada saya dengan cuma-cuma.
Keempat : Serba serbi
Kunci mengampuni adalah memiliki hubungan yang dekat dengan Allah, memiliki keterbukaan, dan doa.
Mengampuni dan melupakan adalah satu paket. Kalo kamu hanya melupakan kesalahan seseorang, sebenarnya kamu belum mencabutnya sampai akar, baru sebagian saja, baru setengahnya. Cabut sampai akar!
Ga bisa mengampuni beda dengan ga mau mengampuni!! Saat kamu mau, Tuhan yang akan memampukanmu mengampuni!!
Apakah sudah benar2 mengampuni?? Pola pikir kita tentang orang itu akan berubah, ga negatif lagi.
Setelah berdoa mengampuni? Bangun hubungan dengan orang itu!
Jadilah penurut2 Kristus, semakin serupa denganNya. Pola pikir kita harus seperti pikiran Kristus. Pakai konsep Allah.
Harus bertumbuh dalam kasih!!! Bukan hanya bertumbuh dalam pelayanan.
Hal mengampuni bukanlah roh agamawi. Tidak ada aturan khusus, kalo kita mengampuni seseorang yang menyakiti itu kita harus temui dia atau tidak?? Dengar suara Tuhan! Kalo Tuhan suruh kita pergi ke orang itu dan bilang kalo kita mengampuni dia *bahkan mungkin orang itu ga sadar kalo dia udah nyakitin kita* ya berarti pergi. Kalo engga, misal cukup kita melepaskan pengampunan saat berdoa di kamar aja dan ga perlu ngadep dia, ya it's okay. Perlu dengar suara Tuhan, di sinilah pentingnya memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan.
Level mengampuni di dalam Tuhan itu lebih tinggi. Kalo biasanya, kita yang bersalah kita yang pergi minta maaf. Tapi kalo dalam Tuhan saat kita tau ada orang yang merasa ga enak sama kita meskipun kita ga ngapa2in dia, Tuhan mau kita juga yang berinisiatif datengin dia. Dalam mengampuni itu ada inisiatif!
Tadi juga banyak dibahas tentang per-TH-an sih. Tapi ya sudahlah saya mau bahas tentang mengampuninya saja. Dulu saya udah bikin tulisan ttg mengampuni : http://nella-riskiana.blogspot.com/2013/01/hal-mengampuni-rp-3-triliun-vs-rp-5-juta.html
Tapi kalo tadi sih dibilangnya berarti 1,5 triliun vs 2,5 juta. hahay.
Oke deh sekian dulu. Mau T-A.H dulu!! Syalalallalaa =D
Oke..cerita ini bermulai dari kecoa.
Pada dasarnya saya takut, geuleuh, jijigz, amit-amit, anti, dan semua kata lain yang memiliki maksud kek gitu lah yaaa. Ini emang udah dari kecil. Kalo liat ada kecoa di kamar mandi pas malem n kebelet pengen pipis n gada orang yang bisa dimintain tolong buat matiin kecoa, saya bakal nahan sampe pagi.
Kalo ada kecewa lewat saya takut. Apalagi kalo posisinya di atas, saya takut banget dia *kata ganti kecoa* nanti terbang. Dia juga bisa bergerak cepat. Plus baunya kecoa yang ASTAGAH. Yah, dan ada beberapa pengalaman buruk dengan kecoa, dan saya inginnya ga punya pengalaman lagi dengan kecoa.
Saking saya takutnya dan ingin berani sama kecoa, saya, adalah ya dua kali, mimpiin kecoa yang setting ceritanya saya ada di kamar mandi dengan banyak kecoa. Di mimpi itu saya berani menghadapi kecoa2 itu. Saya tangkepin mereka dengan tangan saya sendiri. Brutal. Haha. Ya sampe segitunya lah.
Tapi inti ceritanya bukan tentang kecoanya sih. Jadi gini.
Karena saya takut kecoa saya berdoa sama Tuhan untuk jagain kamar saya. Saya berdoa sama Tuhan supaya gada hewan aneh masuk kamar kosan saya, kek laba-laba, ato apa gitu, dan terutama kecoa. Intinya saya minta banget, jangan ada kecoa di kamar saya.
Saya inget lagi sampe suatu malem, saya kebangun karna denger suara2 bergerak2 di keresek di kamar saya. Saya ga berani. Saya tersadarkan diri dan sampe saatnya jam saat teduh. Saya saat teduh sambil was2 melihat2 ke arah keresek itu. Saya berdoa di sate saya itu, "supaya ga ada lagi kecoa di kamar saya dan diberi keberanian sama kecoa", dan juga berani buat saya matiin kecoa yang saya kira ada di keresek itu.
Selese dari sate, akhirnya saya memberanikan diri melihat/membongkar keresek itu. Tapi yang aneh ga ada kecoak itu. Padahal semaleman saya ga bisa tidur karena bunyi2 itu. Dalam hati saya "apa udah ilang gitu?".
Nah, di malam sebelum saya berdoa gitu, saya pengen beli baygon semprot. Jadi kalo ada kejadian kek gitu, saya bisa semprot tuh kecoa. Minimal dapat memperlambat geraknya dan buat dia puyeng trus gampang dimatiin. Nah setelah kejadian pagi di mana saya ga bisa nemuin kecoa itu, jam 8an gitu kan saya mau ke indomart.
Pas di indomart, saya teringat baygon. Niat hati mau beli karena semalem juga udah pengen punya. Tapi pas di indomart saya kek diingetin lagi. Intinya kek gini:
"ngapain punya baygon? baygon kan antisipasi buat kalo ada kecoa. Tapi kan tadi pagi kamu udah berdoa supaya ga ada kecoa lagi masuk kamar kamu? jadi ya berarti ga akan ada kecoa. Jadi ngapain beli baygon?"
Sadar ga sih terkadang kita gitu? Berdoa untuk suatu hal, tapi menyediakan jawaban sendiri untuk doa itu. Akhirnya saya ga jadilah beli baygon itu. Saya cuma bilang di dalam hati saya "Oke Tuhan, aku ga beli baygon, tapi kalo sampe ada kecoa di kamar aku berarti aku nanti beli baygon".
Seingat saya, sampai saya tinggal di kamar itu ga ada kecoa lagi deh. Nah bulan Desember itu saya kan pindah kamar ke kamar di sebelah saya yang semula. Waktu saya nempatin kamar saya yang sekarang juga saya udah berdoa ke Tuhan untuk jagain kamar saya dari kecoa2 itu.
Sampe beberapa hari yang lalu saya yakin saya liat kecoa. Saya takut, teriak, dan langsung keluar kamar. Saya udah minta baygon ke temen saya dan mau bantuin matiin tuh kecoa juga. Tapi entah mengapa kecoa itu hilang dan tak muncul.
HINGGA TIBALAH AKHIRNYA DI PAGI INI...
Saya tadi tidur cepet. Jam 12 an kebangun tapi tidur lagi. Terus saya bener2 kebangun liat ada kecoa yang udah kebalik sih di deket colokan listrik. Saya pengennya tidur lagi sebenernya, tapi entah mengapa saya akhirnya bangun juga.
Saya sempet bilang gini dalam hati "Tuhan kenapa ada kecoa? Kenapa Tuhan biarin kecoa itu masuk? Aku kan udah berdoa dan udah ga beli baygon sampe sekarang?"
Tapi ga tau kenapa, hati saya langsung bilang gini "Baru aja sekali Tuhan seolah2 ingkar janji, kamu udah protes. Coba udah berapa kali kamu ingkar janji sama Tuhan tapi Tuhan tetep setia sama kamu?"
Saya pun teringat dengan janji-janji saya sama Tuhan, yang bahkan saya ingkari tepat/ga berapa lama setelah saya buat janji padahal. Misal janji sama Tuhan mau ngerjain TA abis sate pas sate, tapi eh abis sate malah lanjut tidur. Dan janji palsu saya lainnya ke Tuhan. Banyak janji yang saya ingkari. Tapi Dia tetep sabar sabar dan sabar. Huaaaa. Makasi Tuhan.
Nah apakah Tuhan ingkar janji dengan ada kecoa di kamar saya?
Saya mikirnya sih gini:
1. Tuhan mau disangka seolah2 mengingkari janji, supaya saya mau bangun pagi ini. Karena kalo saya ga liat kecoa kebalik itu mungkin saya ogah bangun dan tidur sampe pagi dan ga ngerjain tugas akhir saya. Keren banget Tuhan, mau disalahpahami asal beri yang terbaik untuk anakNya. Puji Tuhan saya udah ga menyalahpahami. Saya bersyukur Tuhan ingetin saya dengan kecoa yang kebalik. Jadi saya ga terlalu gimana. FYI, saat saya nulis ini kecoa itu masih ada di kamar kebalik, dan saya beberapa kali ngecek dia.
2. Hey, saya juga kan berdoa supaya diberi keberanian ma kecoa? Saya juga kadang mikir, salah ga sih berdoa kek supaya gada kecoa di kamar saya? Tapi kan apa yang kita imani, itulah yang terjadi. Sekarang sih kondisi *dia* terbalik jadi Puji Tuhan. Kalo kecoanya ga terbalik gimana? Saya takut saya belum bisa merespon dengan benar. Apa Tuhan mau saya menghadapi kecoa. Ya memang terkadang Tuhan ga ijinin sesuatu terjadi, tapi di sisi lain Tuhan ijinin terjadi supaya kita bisa menghadapinya dan menang dari itu.
Apa saya udah berani kecoa? hmmm ga yakinn,,,kalo saya berdoa, saya tetep bilang, "Tuhan tolong lepaskan aku dari kecoa. Lalukanlah cawan ini. Jangan sampe aku ngadepin kecoa. Aku masih ga mau Tuhan. Tuhan...
"Dia sangat saya kagumi. Dia adalah pribadi yang baik di mata saya. Seiring berjalannya waktu, semakin lama saya mengetahui kalo dia melakukan hal-hal yang ga baik. Awalnya kata orang, sampai saya melihatnya sendiri. Saya menjadi penasaran dan mulai mencari tahu. Sampai saya terkaget dengan dia, karena dia ternyata begitu. Dia memang tidak salah pada saya. Yang saya tahu dan lihat adalah dia melakukan hal yang tidak baik, bukan pada saya, tapi pada dirinya dan orang lain. Pandangan saya padanya pun menjadi berubah. Tadinya dia bagus di mata saya dan juga di hati saya. Tapi sekarang pandangan saya padanya sudah berubah. Saya tidak melihat dia lagi sebagai orang yang saya kagumi. Pandangan saya berubah, hati saya pun berubah. Saya menjadi aneh sama dia. Padahal dia tidak melakukan apa-apa pada saya. Saya merasa ga enak sama dia. Saya menjadi tidak menyukainya. Hati saya mulai menyalahkan dan menghakimi dia, meskipun tidak terucap di mulut. Saya tahu saya tidak boleh begitu. Dengan adanya hal ini, saya pikir : "Lebih baik saya tahu sedikit saja". Kalo boleh saya ulang waktu, saya ingin tidak mendengar apa kata orang tentang dia dan tidak menjadi penasaran mencari tahu apa yang dia lakukan. Yang saya ingin tahu tentang dia hanyalah bahwa dia adalah sosok yang saya kagumi."
Di sisi lain, memang saat kita hanya mengetahui sedikit tentang seseorang menunjukkan kita tidak punya hubungan yang dekat dengan dia. Justru semakin banyak kita tahu tentang dia, itu menunjukkan kita erat dengan dia. Ada yang bilang juga, saat kita ga mau tahu lebih banyak, saat kita ga mau masuk ke dalam suatu hubungan yang lebih dalam, itu berarti kita takut dikecewakan. Saya setuju dengan itu. Tapi ada kalanya saya memilih untuk tidak mengetahui suatu hal tentang seseorang, dan juga tidak mau mencari tahu, (kecuali dia sendiri yang menyatakannya) supaya pandangan saya padanya tidak berubah. Saya tidak mau menjadi tidak menyukainya apalagi karena suatu kesalahan yang bukan dia tujukan pada saya. Saya tidak mau salah mengartikan dia atau menghakimi dia.
"Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia" (Kol 3:23)
"Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga" (Pengkhotbah 9:10a)
"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia" (1 Kor 15:58) --Tulisan lama yang baru dipublish juga dan saya diingatkan lagi untuk melakukan Firman di atas karena saya sedang tidak memberi yang terbaik hari-hari ini--
"Saat saya berusaha menulis kehidupan saya dengan kekuatan saya sendiri, dengan apa yang saya pikir baik, tanpa saya sadari saya sedang membawa hidup saya berjalan menjauh dari kehidupan yang baik itu sendiri.
Saya semakin jauh dari panggilan terbesar saya, yaitu alat kemuliaan Raja segala Raja, saya tidak mencapai pencapaian yang seharusnya bisa saya peroleh."
So don't write it by yourself, just give the pen to Almighty God, and you'll see how amazing the story that He writes for you...
"terkadang kita tidak bisa mencapai mimpi kita, tidak bisa sukses, atau tidak memberi yang terbaik karena kita punya mimpi cadangan, mimpi kedua, mimpi yang biasanya lebih kerdil dari mimpi utama. Plan A dan plan B bagus, tapi jangan karna ada plan B, terkadang kita ga fokus untuk mengerjakan plan A yang mana adalah plan utamanya."
Sekarang aku lagi di warnet loh, internet kosan udah ga jalan 3 harian, keknya modemnnya rusak karena kena petir ato apa gtu, soalnya pas hari rabu (di saat internet mulai ga nyala) hujannya banyak geledek kenceng2.
Well aku di warnet karena di minta kaka aku kirimin TA aku ke emailnya, di mana TA aku mau dikasih liat ke kaka ipar aku yang kata kaka aku jago programming gtu. Jadilah aku ke warnet setelah sekian lama ga pernah ke warnet....
Aku juga baru pulang SR ITHB UNPAD tadi. Hari ini aku belajar tentang pentingnya ON TIME. Well, ya sebenernya tadi ga bisa dateng tepat waktu, tapi harusnya sms ngabarin. Okelah kalo kita telad untuk acara yang besar dan ga janjian sama orang ga perlu sms n gada yang dirugiin juga, justru kita kali yah yg rugi karena ga ikut acara dari awal. Tapi untuk acara yang lebih kecil, untuk janjian dengan orang, kita harus kabarin kalo emang ga bisa on time. Jangan merugikan orang dan buat orang lain nunggu. Oya itu berlaku untuk segala kndisi. Oya, tapi kalo kita lagi kebagian tanggung jawab terutama, kita ga boleh telat. Ya intinya terutama be on time, kalo bener2 ga bisa harus kabarin.
Yang gw belajar jga hari ini betapa pentingnya bersekutu dengan Tuhan dan dengarkan suara/pesan Tuhan. Mulai dari hal yang kecil sampai hal yang besar yaitu tentang bangsa. Dengar suara Tuhan, mulai dari tentang hal pribadi kita dulu. Misal untuk suatu pergumulan tertentu, tentang apa yang harus kta lakukan, tentang keputusan apa yang harus kita buat. Lanjut ke orang2 terdekat, yaitu keluarga dan keturunan rohani. Dapatkan pesan Tuhan untuk mereka dan kita akan memberkati lebih banyak orang lagi.
Aku pribadi ingin terus dekat dengan Tuhan, bersahabat erat dengan Dia. Tapi sayangnya seringkali aku menyakiti SAHABAT SEJATIku ini. Aku tahu Dia selalu setia, aku pun mau setia kepada Dia. Aku tau Dia sangat mencintaiku dan aku tau Dia pun mau aku mencintaiNya dengan seluruh hidupku. Ohh Tuhanku yang kerennnn, aku mau mengasihiMu lebih lagi. Maafkan aku sering mendukakanMu. Terima kasih telah bersabar padaku. Aku belajar menjadi lebih baik, lebih setia, lebih mengasihi, lebih taat padaMu. Aku belajar menjadi sahabat yang baik dan juga anak yang baik. Aku ga mau mempermainkan panjang sabarMu.
Kmaren2 aku denger khotbah yang judulnya "Jangan mempermainkan panjang sabar Tuhan" yang dibawakan Bu Iin Tjipto. Ya keknya yang Alkitab bilang, kalo Tuhan itu Maha Kasih, Maha Besar, Maha Adil, Maha Penyayang, dll, tapi Dia tidak Maha sabar, tetapi Dia panjang sabar. Jadi jangan permainkan panjang sabar Tuhan. Oh God, aku ga mau kek gtu. Ga mau jadi anak yang ga dengar2an. Ingin menyenangkanMu.
Di masa2 kegagalanku, aku tahu tangan Tuhan terbuka terlebar untukku,
bahkan Dia yang berlari padaku *kek cerita anak bungsu yang terhilang*. Nih aku ada video tentang When God ran, aku suka lagunya. Ayo liat di bawah ini.
Ya Dia yang berlari padaku. Dia yang menghapus air mataku. Di saat aku gagal, di saat orang ga bisa nerima aku apa adanya, di saat aku berasa sepertinya ga ada yang bener yang aku lakuin, di saat semua terasa gelap, Dia, ya Dia yang ada di sini menemaniku.
Jadi pengen buat puisi jadinya tentang sahabatku YESUS yang ruaaaar biasa. Kekasih jiwa yang sangat mengasihiku dan kukasihi juga.
Ini dia puisinya.
KAU
Dari jauh kulihat Kau berlari ke arahku..
Kau datang kepadaku dengan penuh kasih..
Tak ada penghakiman di bola mataMu..
Yang kutemukan hanya mata yang penuh cinta..
Kulihat senyuman di bibirMu..
WajahMu berseri-seri saat melihatku..
TanganMu yang lembut terbuka lebar untukku..
Hendak memelukku dengan cintaMu..
BahuMu kuat dan hangat..
Damai rasanya bersandar padaMu..
Ahhhh...jadi inilah rasanya cinta
Cinta sejati dari kekasih jiwaku
Ingin rasanya mengekspresikan cinta lebih lagi padaNya karena Dia memang layak mendapatkannya. Ya, aku tau aku bisa menunjukkan kasihku kepadaNya dengan melakukan kehendakNya. Ya begitu indah menyenangkanNya. MenyenangkanNya, menyenangkanku juga.
Huaaaaa, tapi kek yang dibilang juga, apa yang baik itulah yang ingin kulakukan, tapi terkadang aku melakukan justru yang kebalikannya. Hikss, ga mau lagi. I want to be His best daughter. Ameeennn. With Your strength God, not mine.
Ya sodara2. Sepertinya aku harus pulang dari warnet. Ada TA yang menanti. Semoga waktu di kamar nanti menjadi efektif. Amin.
Hahaha, truely, tadinya mau nulis dikit doang. Ditambah keyboard komputernya ga enak gini. Tapi ternyata banyak juga yang ditulis. Yowes, ora opo-opo.
Salam *Cem surat2 Paulus gtu ada salamnya*
Keluargaku di manapun kalian berada, from deepest of my heart, I want to say I love you all. I want to be good daughter for my parents, good sister for my older and younger sister. Maaf banyak salah aku. Udah ilangin hape 2 kli dan masih belum lulus. Aku jga sedih. Aku ingin membuat kalian bangga dan bahagia. Tapi aku rupanya sempat gagal. Biarlah Tuhan yang menghapus setiap duka.
Untuk keluarga rohaniku di manapun kalian berada. *Tampaknya aku semakin mengerti perasaan Paulus dalam surat2nya untuk anak2 rohaninya*. Aku mencemaskan kalian, memikirkan kalian, menangis buat kalian, berdoa buat kalian. Kalian sangat berharga. Tidak ada yang lebih menyukakan dibanding melihat kalian semakin hari semakin mengasihi Tuhan, menjadi dewasa di dalam Tuhan. Aku berdoa kalian semakin mengenal Dia lebih dalam lagi, mengandalkanNya dalam segala perkara, menjadi orang yang teguh dalam iman, berdiri kuat saat badai menerpa dengan kekuatan dari Tuhan, menjadi orang yang berkemenangan, hidup untuk Dia, melakukan kehendakNya, dan berbuah2 banyak. Makasi juga untuk kaka2 PA yang aku kasihi dalam Kristus. Aku mengucap syukur pada Tuhan untuk kaka rohani dan nenek rohani yang sekarang jadi mama rohani.
Untuk my future husband, WKWK, HAHAHAH, CKCKCK now i'm single *hahah disuruh di publish sama ka christine* NAON. wkwk. Where are you? *Haha aku nulis gini bukan karena sedih apalagi depresi karena ga pnya pasangan*. Doain TA aku cepet kelar, supaya bisa lanjut ke TH. *semakin ga jelas*. Aku belajar menjadi lebih baik untuk menjadi penolongmu yang terbaik. Aku juga berdoa supaya kamu semakin bertumbuh dalam Tuhan, mengerti dan hidup dalam panggilanNya, belajar menjadi kepala keluarga yang baik. HAHAHA FYI, aku nulis ini bukan karena galau ya, tapi karena lagi diingatkan aja, berhubung PA2 terakhir adik2 PA ngomongin tentang TH mulu. Hahaha.
Pagi ini gw lagi baca2 blognya punya ka Echa, ini dia alamatnya : http://theresia-hutapea.blogspot.com/.
Bagus banget blog-nya, bahasanya enak, topik2nya menarik dan memberkati, ada gambar2nya, dan bahkan ka Echa ngadain kuis gtu. Kalo gw tau ada kuisnya gw mau ikutan padahal, hadiahnya keren boo, buku rohani. Gw suka banget n ingin terus baca blog-nya.
Dari dasar hati gw, gw juga ingin bisa menulis. Ya, gw ingin buat tulisan2 yang memberkati dan buat bacaan yang menarik dan berguna. Salah satu yang gw suka dari tulisan kaka ini adalah bahasa yang sederhana dan terutama kisah2 kehidupannya yang OK.
Gw baru memulai kehidupan blog gw ga begitu lama. Sebenernya di luar tulisan2 yg gw post, ada banyak draft yang belom gw post-kan. Gw takut bahasanya yang masih kacau atau dengan topik yg gw bagiin itu sebenernya layak dipost atau engga. Setelah gw pikir2, ga mudah ternyata membagikan hidup lo untuk diketahui banyak orang, terutama hal2 yang ga baik dalam hidup lo, atau kondisi2 yang ga mengenakan. Kalo gw sih ya inginnya orang juga tau, bukan berarti gw ga punya masalah, gw punya dan gw mau kasi liat kalo gw ngejalaninnya bareng Tuhan.
Beberapa waktu yang lalu, ketika lagi parah2nya bergumul ttg TA, gw keknya pasang status2 perjuangan di FB, kadang gw ingin pasang status galau, tapi dalam hati gw bilang itu ga memberkati, jadi gw pasangnya ayat2 perjuangan. Ya sebenernya gw cuma mau bilang dalam masa sulit pun ya harus berjalan bersama Tuhan. Cuma mungkin ada yang nangkep kalo gw galau parah. Gw emang susah sih rasanya masa itu, dan ya gw memilih menghadapinya breng Tuhan, bukan dengan kekuatan gw doang.
Sebenernya dari kecil gw udah lumayan suka nulis. Waktu SD gw inget banget gw udah mulai menulis puisi dan lagu. Kalo puisi sampe SMP-lah terutama gw suka nulis, udah pas SMA udah berkurang, udah kuliah jarang banget. SD juga gw suka buat2 lagu gitu *tapi ga ada not2 baloknya, cuma liriknya dan gw mengingat nadanya di kepala gw* dan suka menyanyikan puisi dalam bentuk lagu *jadi ke mana2*. Gw juga pernah ikutan lomba buat puisi, baca puisi, dan lomba bercerita. Gw juga dulu pernah buat kek cerpen2 gtu. Hobi menulis gw lainnya paling ya gw suka nulis diary walau mood2an juga.
Nah itulah sulitnya, biasanya gw nulis semuanya di diary, gw kadang ingin bagiin hal2 yang gw alami, hal2 yang Tuhan ajarin dalam hidup gw ke orang lain. Nah salah satunya lewat blog ini. Cuma gw suka masih bingung dengan pertanyaan2 kek :
"ini mending di post ato engga ya?"
"ini bahasanya kaku ato engga ya?"
"ini bagus ato engga ya?"
Dan pikiran2 lainnya, makanya gw ga mau nge-tag orang baca blog gw, masih ga PD. Tapi setelah gw pikir2 gw mau tetap menulis aja. Meskipun bahasa gw masih belom seazek punya ka Echa, gw mau terus belajar, menemukan gaya menulis gw sendiri, dan terlebih gw rindu tulisan2 gw bisa jadi berkat gtu..Amiiiinn..
OMG,, Tuhan betapa sabarnya Engkau saat ada banyak umatMu yang berkata "aku mengasihiMu, Kau yang terutama, Kaulah yang kusembah dan kucinta", padahal di dalam hati umatMu tersimpan ilah lain (harta, jabatan, wanita, prestasi, dll), tidak mengutamakan Tuhan, dan lebih mencintai dunia daripada Engkau....yang di mulut dan hatinya berbeda, di mulut manis, padahal di hatinya busuk,,
O Tuhannn...Engkau memang sangat dahsyat...Engkau tetap mengasihi umat yang seperti itu...