Tampilkan postingan dengan label Pengajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengajaran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juli 2013

Kasih Karunia Sejati (2)

Di dalam 1 Petrus, Kasih Karunia Disampaikan sebagai berikut :

  • 1:5 - Kasih karunia menjaga kita agar tidak jatuh. "Dipelihara dalam kekuatan Allah" (Lihat juga Yudas 1:24)
  • 1:22 - Kasih karunia memberi kita kuasa untuk mematuhiNya. "Menaati kebenaran dengan perantaraan Roh Kudus."
  • 2:1 - Kasih karunia memberi kita kuasa untuk membuang dosa. "Buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat, dan segala macam kemunafikan, kedengkian, dan fitnah."
  • 2:11 - Kasih karunia memberi kita kuasa untuk menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging. "Menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa."
  • 2:13 - Kasih karunia memberi kita kemampuan untuk tunduk kepada hukum-hukum manusia. "Tunduklah, ....kepada semua lembaga manusia"
  • 2:18 - Kasih karunia memampukan kita untuk menunjukkan sikap yang benar terhadap orang yang berwenang. "Hai kamu, hamba-hamba tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu..." (Lihat juga 3:1; 5:5)
  • 2:21-23 - Kasih karunia memberi kita kuasa untuk tidak mencaci maki ketika menderita. "Karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa dan tipu tidak ada di dalam mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan caci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkan-Nya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil"
  • 3:1 - Kasih karunia memberi kuasa kepada seorang istri untuk tunduk kepada suaminya. "Demikian juga kamu, hai istri-uistri, tunduklah kepada suamimu."
  • 3:16 - Kasih karunia memberi kuasa untuk tetap memiliki hati nurani yang baik. "Dengan hati nurani yang murni, supaya merek ayang memfitnah kamu....menjadi malu karena fitnahan mereka itu"
  • 4:8 - Kasih karunia adalah kuasa untuk memiliki kasih yang tidak egois terhadap sesama. "Tetapi yang terutama : kasihilah sungguh-sungguh eorang akan yang lain"
  • 4:9 - Kasih karunia memberi kuasa untuk memberi tumpangan dengan sikap yang baik "Berikan tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut."
  • 5:3 - Kasih karunia memberui kuasa untuk menjadi teladan. "Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menajdi teladan bagi kawanan domba itu."
  • 5:9 - Kasih karunia memberi kuasa untuk melawan iblis. "Lawanlah dia dengan iman yang teguh"
  • 5:10 - Kasih karunia memberi kuasa untuk menanggung penderitaan-penderitaan yang akan membuat kita sempurna. "Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaanNya yang kekal, akan melengkapi, mengeuhkan, menguatkan, dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya."
  • 5:12 - Inilah kasi karunia Allah yang sejati (semua yang disebutkan di atas). "Menasehati dan meyakinklan kamu bahwa ini adalah kasih karunia yang benar-benar dari Allah"

Kasih Karunia Sejati (1)

Ringkasan, diambil dari Buku Kekristenan Sejati karya Paul G. Caram Bab 4 "Kasih Karunia Sejati"

"...., aku menulis dengan singkat kepada kamu untuk menasihati dan meyakinkan kamu, bahwa ini adalah kasih karunia yang benar-benar dari Allah....." (1 Petrus 5 : 12)
Petrus menekankan tentang kasih karunia yang sejati. Hal ini menyiratkan bahwa ada tema tentang kasih karunia yang palsu yang dikhotbahkan di Gereja, hingga saat ini. Yudas 1:4 "....yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka.......". Sebaliknya, kasih karunia yang sejati mengajarkan kita untuk menolak kefasikan dan hawa nafsu duniawi (Titus 2: 11-12).

Kasih karunia itu tidak berarti membolehkan segala sesuatu!
Dengan diberikannya kasih karunia, itu tidak berarti dosa diperbolehkan atau dimaklumi. Kasih karunia itu tidak berarti Allah memalingkan wajahNya dan berpura-pura tidak melihat dosa kta, atau karena mengetahui kelemahan moral kita Ia akan memaklumi ketidaktaatan kita. Kasih karunia tidak pernah menghilangkan tanggung jawab kita untuk memelihara perintah-perintah Allah, sebaliknya memampukan kita untuk menaati semua itu.
Gereja harus menyadari bahwa Allah memang mengampuni dosa-dosa kita dengan darah Yesus, tetapi Ia tidak menganggap enteng dosa-dosa kita. Sebaliknya, Ia menawarkan kasih karunia sehingga kita dapat dibebaskan dari cengkraman dosa sehingga kita bisa melakukan kehendak Allah. Di mana dosa berlimpah. di situ kasih karunia dapat tersedia lebih berlimpah Roma 5:20b).

Kasih karunia mempunyai dua arti khusus :
a. Anugerah yang tidak layak kita terima. Anugerah adalah kemurahan dan kebaikanNya terhadap kita.
b. Kasih karunia adalah kemampuan dan kekautan ilahi. Kasih karunia adalah suatu kuasa yang mengubah, memampukan, dan memberi kekuatan.


  • Kasih karunia adalah satu-satunya hal yang mengubah kita (1 Korintus 15 :9-10)
  • Kasih karunia diberikan kepada mereka yang membutuhkannya (Ibrani 4: 16)
  • Kasih karunia hanya diberikan kepada orang yang rendah hati (Yak 4: 6; 1 Petrus 5: 5-6; Amsal 3 : 34)
  • Kasih karunia yang berlimpah-limpah akan membuat kita berkuasa dalam kehidupan (Roma 5 : 17)
  • Untuk menjadi sempurna dibutuhkan kasih karunia yang lebih banyak lagi (Ibrani 6 : 1-3)

Akhir yang Berkemenangan (Resume Khotbah Pdt. Petrus Agung)

Banyak orang yang memulai dengan roh, pengalaman rohani yang luar biasa, tetapi apakah kita akan mengakhiri hidup kita dalam roh atau dalam kedagingan?

Tanyakan pertanyaan itu pada setiap kita. Ini pertanyaan yang serius. Jangan merasa diri kita terlalu baik atau rohani. Banyak orang yang memulai dengan luar biasa, tetapi terhilang di akhir.

Sangat menyedihkan melihat orang percaya yang hari demi hari bukan menajdi lebih baik, tetapi semakin tidak menghormati Tuhan, semakin jauh dari Tuhan. Bagaimana mungkin ketika kita mengalami berkat rohani yang luar biasa, kita merasa biasa-biasa saja. Ada sesuatu yang salah.

Apakah kita di akhir hidup kita akan berkata : "NIKE!" (VICTORY!)

1. Mengapa orang Kristen bisa hidup dalam kedagingan? (Kis 7 : 23-29)
"It came to his heart...", bukan it came from his heart. Timbul keinginan di dalam hatinya yang berasal dari Allah. Allah yang memulai sesuatu di hati Musa, Tuhan yang memberi beban itu di hati Musa untuk mengunjungi saudara-saudaranya Bangsa Israel. Tetapi sesuatu yang dimulai dengan Roh, bisa dilanjutkan dengan kedagingan. Kenapa?
Kel 2 :11-12 --> Letak kejatuhan Musa adalah saat dia menoleh ke sana ke sini, bukan memandang kepada Allah. Banyak dari kita mengandalkan kekuatan kita, berpikir melakukan kehendak Allah dengan pandangan dan cara kita, dan tidak melihat Allah. Hal itu yang membuat kita hidup dalam kedagingan dan bukan di dalam roh lagi.
Awal kejatuhan saat kita berpikir, menyimpulkan, dan melakukan dengan cara sendiri untuk janji Tuhan yang Ia berikan.

Lukas 13 : 31-33--> Yesus tidak mengizinkan apapun mengintimidasiNya. Dia tidak menoleh ke kanan dan ke kiri. Orang lain bisa berkata apapun, yang Yesus lakukan adalah melakukan kehendak Allah. Yesus tidak pernah ditangkap, Yesuslah yang menyerahkan diriNya sendiri kepada orang-orang yang mencariNya. Saat di atas kayu salib pun, Dia yang menyerahkan nyawaNya sendiri kepada Bapa. Beda dengan dua orang yang di salib di kanan dan di kiri Yesus, mereka dan semua orang yang di salib biasanya belum mati. Mereka mati tercekik (sulit bernafas) saat kakinya dipatahkan. Tidak ada kaki Yesus yang dipatahkan (seperti yang dinubuatkan sebelumnya).

Jangan remehkan nubuatan. Tetapi jangan toleh kanan ke kiri, jangan menyimpulkan sendiri dan melakukan sendiri itu semua. Pandang Yesus, hanya liat pada Yesus.

2. Mengapa kita seringkali gagal di dalam Roh?
Karena kita tidak mengizinkan Allah membongkar hati kita.
Lukas 2 : 34-35--> Yesus datang membawa pedang, bukan untuk membunuh manusia, tetapi untuk menembus jiwa kita. Untuk membuat hati kita jujur, membongkar siapa kita yang sebenarnya, terbuka di hadapan Allah.
Fungsi doa : kita bisa mengerti kondisi diri kita sendiri. Orang yang intim dengan Tuhan, terampil menunjukkan kesalahan dirinya sendiri, dia tahu apa yang salah di hatinya, dan mengakui dan menyerahkannya di hadapan Allah. Orang yang terampil menyatakan kesalahan orang lain itu masih jauh dari Allah.
Jika kita membiarkan Tuhan membongkar hati kita, kita semakin tau siapa kita, dan hari-hari kita akan diisi dengan pertobatan dan permintaan maaf kepada orang lain. Bukan lagi kita menunjuk-nunjuk kesalahan orang lain.
Banyak orang menipu dirinya sendiri, dan Tuhan tidak bisa ditipu. Tuhan tahu isi hati kita, kedalaman dan keinginan hati kita. Jujur di hadapan Tuhan. Jika kita masih egois, katakan sejujurnya pada Tuhan, bukan berdoa berpura-pura di hadapan Allah. Akui itu semua di hadapanNya, ia akan mengubahkan kita.
Biarkan Firman mengekspos kondisi hati kita yang sesungguhnya dan Firman itu sendiri yang akan mengubahkan kita.

3. Matius 25 : 1-13.
Dua kata yang berbeda : beri dan beli. Yang membuat gadis-gadis itu bodoh karena mereka berpikir mereka bisa mendapatkan dengan cukup diberi, tetapi mereka harus membeli.
Banyak anak Tuhan, saat bersama-sama dengan orang percaya lainnya begitu bersemangat, percaya pada nubuatan. Tetapi pada saat sendirian, dia tidak bersemangat lagi, lupa dengan nubuatan. Tidak cukup dengar khotbah seminggu sekali. Jangan bergantung pada orang lain dan bergantung pada keadaan.
Cari Tuhan, bayar harganya, jangan bergantung pada orang lain.
Pelajari Firman Tuhan, itu akan mengubahkan kita, membuat eksplosion di dalam hidup kita.
Berhikmat dan dibentuk juga dalam hal mengelola uang. Kita diuji integritasnya dalam mengelola uang. Sikap hati kita adalah kita hanya bendahara Tuhan, uang yang ada pada kita adalah milik Tuhan, kita hanya pengelola uang.
Beli sendiri dengan anugrah Tuhan.

Rabu, 22 Mei 2013

Kekhawatiran dan Stres

Halohhhhhhhhaaaaaaaaaaaaaa!!!
Apa kabarnya? 
Luar biasa! Yesus dahsyat! Yes yes yes!!!!

Aku sedang membaca buku "Crazy Love", buku hadiah yang diberikan kaka PA saya saat ultah saya taun kmaren. Banyak sekali yang aku dapetin dari buku ini. Ke depannya aku bakalan ngepost banyak tulisan dari buk ini, baik langsung kutip ato disesuaikan dengan bahasa yg aku dapatkan. Semoga kalian terberkati.

Kekhawatiran menyiratkan bahwa kita tidak benar-benar percaya bahwa Tuhan cukup besar, cukup berkuasa, atau cukup mengasihi kita, sehingga Dia mau menangani hal-hal yang terjadi dalam hidup kita. 
Stres mengatakan bahwa hal-hal yang kita kerjakan sangat penting sehingga tidak salah untuk menjadi  tidak sabar, kurang sopan terhadap orang lain, atau ingin mengendalikan keadaan. 
Pada dasarnya, kedua sikap ini menyiratkan bahwa berbuat dosa dan tidak mengandalkan Tuhan itu tidak apa-apa, karena yang saya alami dalam hidup ini memang luar biasa. Baik kekhawatiran maupun stres sebenarnya berawal dari kesombongan. Kedua hal itu menunjukkan kecenderungan kita untuk lupa bahwa sebenarnya dosa kita telah diampuni, bahwa hidup kita di dunia ini singkat, bahwa kita sedang menuju suatu tempat di mana kita tidak akan kesepian, ketakutan, atau tersakiti lagi, dan bahwa dibandingkan dengan kemahakuasaan Tuhan, masalah-masalah kita terlalu kecil. 
Mengapa kita cepat sekali melupakan Tuhan? Siapakah kita ini, menurut pandangan kita sendiri?
(Dikutip dari Buku Crazy Love Hlm. 44. Author : Francis Chan)

Rabu, 24 April 2013

Heyyyy youuuuu!!!!

Bagian 1 : Jangan menyerah!
Anda sudah berdoa, tetapi belum juga mendapat jawaban? Anda sudah mencari Tuhan, tetapi sepertinya Tuhan belum berbicara? Anda sudah berjuang, tetapi sepertinya belum ada jalan keluar? Anda sudah melakukan yang terbaik, tetapi sepertinya belum ada hasilnya?
JANGAN MENYERAH!!! TETAP KERJAKAN!!! TETAP NANTIKAN!!! BERTEKUN!!!
Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. (Ibrani 6 : 15)
Ada kesabaran dalam memperoleh janji. Ada waktunya Tuhan untuk penggenapan janji. Kita akan memperolehnya, asal kita tidak menyerah!!
Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. (Galatia 6 : 9) 
Let us not become weary in doing good, for at the proper time we will reap a harvest if we do not give up. (Galatian 6 : 9)

Bagian 2 : Kamu bisa!!
Jangan mau hidup biasa-biasa karena kita ditetapkan menjadi orang luar biasa. Roh Kudus diberikan supaya kita dapat melakukan hal-hal yang besar. Roh Allah ada pada kita, hal besar apa yang tidak bisa kita lakukan?
"Bukan lagi apa yang bisa saya lakukan, tetapi apa yang bisa Tuhan lakukan."
Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. (2 Korintus 3 : 5) 

Bagian 3 : Have strong relationship with God!!
Influence other is not the goal to be achieved, but it is the fruit of the intimacy with God.
Kekristenan-->hubungan yang intim dengan Tuhan, tertanam kuat di dalamNya.
Bereskan hubungan pribadi dengan Tuhan. Miliki hubungan yang kuat dengan Roh Kudus! Perbaharui komitmen saat teduh, jam-jam doa, persekutuan, dan pemuridan.
Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. (Kolose 2 : 6-7)

Bagian 4 : Bersukacitalah!!
Apapun yang terjadi, tetaplah BERSUKACITA! Bersukacita karena Dia Allah yang tidak pernah meninggalkan kita. Bersukacita, mengucap syukurlah pada Tuhan, bahkan sebelum kita melihat jawabannya. Maka akan terjadi terobosan.
Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. (Filipi 3 :1)
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! (Filipi 4 : 4)

Bagian 5 : Bersemangat!!
Ingat kebaikan Tuhan dalam hidupmu. Ingat janjiNya. Banyak orang menjadi kalah karena sudah tidak bersemangat dari awal. Bersemangatlah dan lihatlah apa yang bisa kau kerjakan bersama Tuhan.
Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu! (2 tawarikh 15 : 7)
Hati yang gembira adalah obat yang manjur,tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. (Amsal 17 : 22)

Bagian 6 : Talk to the problem!!
Berbicara pada Tuhan betapa besarnya masalah kita, tidak mengubahkan apapun. Tetapi berbicaralah pada masalah betapa besarnya Tuhan kita, dan masalah itu pun akan hilang dan terselesaikan.
Kegagalan sesungguhnya bukanlah saat kita mendapat nilai jelek, saat kita belum lulus juga, saat kita punya banyak masalah. Kegagalan yang sesungguhnya adalah saat kita melihat permasalahan kita lebih besar daripada Tuhan yang kita sembah.
Hey youuuu, Tuhan kita jauuuuuuuuhhh lebih besar dari setiap permasalahan. Jangan mau ditipu iblis!

----------------------------------------***Y(#^_____^#)Y***-------------------------------------
Referensi : campuran dari catatan2 khotbah, pds, pa, sate, pengalaman pribadi, buku yg dibaca, dll

Rabu, 10 April 2013

Pembicara yang baik cs. Pendengar yang baik

Tulisan ini diinsipirasi oleh karena hari-hari terakhir saya menemukan banyak orang yang pandai berbicara di depan banyak orang, tetapi tidak bisa menjadi pendengar yang baik bagi pembicara yang ada di depan mereka.

Saya melihat ada orang-orang yang sangat mahir berbicara di depan banyak orang. Dia memiliki kharisma dan wibawa. Saat dia ada di depan, orang pun menyingsingkan rambutnya dan memasang telinganya untuk mendengarkan dia berbicara. Dia berbicara di depan dengan percaya diri, nada bicaranya sangat baik, intonasi dan temponya sangat tepat, bahasa tubuhnya begitu memikat. Wow, dia pembicara yang sangat baik.


Namun, di sisi lain. Saya melihat saat dia menjadi pendengar, dia tidak bisa duduk tenang. Dia bicara ke orang di sebelah kanannya atau sebelah kirinya. Dia tidak mendengarkan orang yang sedang berbicara di depan. Dia bukan pendengar baik.

Apa karena orang yang berbicara di depannya begitu membosankan sehingga ia tidak bisa menjadi pendengar yang baik? Apa karena dia pembicara yang baik sehingga orang lain bisa menjadi pendengar yang baik? Jawabannya ya dan tidak.

Saya akui, kepandaian seseorang berbicara di depan akan mempengaruhi kita mendengarkannya dengan baik atau tidak. Tapi pendengar yang baik bukanlah sekali atau dua kali, tetapi itu adalah karakter. Menjadi pendengar yang baik adalah lebih pada sebuah keputusan. Keputusan yang kita buat apakah mau mendengar atau tidak. Karena ada saja orang yang tidak mendengar, meskipun sang pembicara adalah orang yang sangat berpengaruh, termasyur, dll. Dan ada pula yang tetap mendengarkan, meskipun pembicara tersebut membosankan, suaranya lemah, mimik muka dan bahasa tubuh yang datar, atau pengetahuan pembicara yang mungkin tidak lebih baik dari si pendengar. Bagaimana bisa? Karena dia memutuskan untuk demikian.

Banyak pelatihan/training untuk mahir berbicara di depan umum, seperti bagaimana teknik presentasi yang baik, bagaimana menyampaikan pidato yang baik, bagaimana memimpin suatu acara dengan baik, bagaimana menjadi MC yang handal, bagaimana menjadi moderator yang baik, dan lain-lain. Banyak pelatihan yang mengajarkan kita bagaimana menjadi good speaker. Sayangnya, hanya sedikit sekali, bahkan hampir tidak ada pelatihan/training yang melatih orang untuk menjadi good listener, not talk but hear, and not only hear but listen.


Menurut saya, latihan menjadi pendengar yang baik bisa dilakukan dengan mengambil keputusan, untuk mendengarkan orang yang berbicara di depan dan berusaha memahami apa yang coba dia maksudkan/sampaikan, sekalipun pembicara tersebut kurang baik dalam menyampaikan sesuatu karena pilihan kata, bahasa, mimik muka, gaya tubuh, dll yang kurang baik. Di situlah kita dilatih untuk menjadi pendengar yang baik.

Baru-baru ini saya sedang membaca sebuah buku yang membahas mengenai pentingnya komunikasi.
Berikut ini beberapa kutipannya :
"Kenapa sih setiap kali kita memikirkan komunikasi, biasanya kita membayangkan diri kitalah yang sedang berbicara? Jawabannya cukup jelas. Kita menganggap apa yang kita katakan itu penting, lebih penting daripada apa yang dikatakan orang lain. Namun sering kali hal terbaik yang dapat kita lakukan dengan bibir kita ialah menutupnya rapat-rapat.
Baru-baru ini ayahku menasihati adikku-Ishak-yang berusia lima tahun bahwa Tuhan memberi kita dua telinga dan satu mulut karena Ia mau kita mendengar dua kali lebih banyak daripada berbicara. Mata Ishak terbuka lebar. Baginya, nasihat ini adalah kebenaran yang menakjubkan, yang baru ia dengar. Sejak itu ia senang bertanya kepada siapa saja yang ditemuinya, "Mau tahu kenapa kita punya dua telinga?"
Itu pertanyaan yang cocok bagi orang-orang yang mau meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Kita perlu diingatkan bahwa telinga adalah alat komunikasi yang paling penting.
Apakah kita pintar menyimak? Menyimak adalah ekspresi kerendahan hati dan kepedulian yang tulus kepada orang lain. 
Dalam komunikasi yang autentik, selalu ada saat bicara dan saat mendengarkan. Kalau kita sungguh-sungguh ingin mengenal dan mengerti orang lain, kita harus peduli terhadap apa yang mereka rasakan dan pikirkan, bukannya sok tahu tentang mereka."
Butuh kerendahan hati untuk menjadi pendengar yang baik. Tuhan ingin kita menjadi pendengar yang baik.

Ga salah jadi good speaker, yang salah itu kalo ga jadi good listener juga.
Jadi good listener aja cukup dong? Engga juga, we should learn how to be a good speaker too.

Saya bukan ingin men-judge orang. Justru saya diingatkan dan belajar bahwa kita harus menjadi good speaker and good listener in the same time. Jangan hanya menjadi good speaker, tapi harus juga jadi good listener, dan sebaliknya.

Sedikit kesaksian :
Dari dulu saya orangnya takut kalo bicara di depan umum. I can't stand in the front of people. Terkadang ada banyak hal di pikiran saya, tapi saya tidak bisa menyampaikannya dengan baik karena saya sangat takut bicara di depan orang lain. Suara saya bergetar, badan berkeringat, tangan pun saya kepalkan, dan pikiran pun jadinya buyar. Saya dulu istilahnya orang demam panggung. Itu terutama sampai saya smp. Meskipun di masa itu (dari sd sampai smp) beberapa kali ikut lomba baca puisi dan lomba menyanyi. Saya tetap orang yang gagap bicara. Tapi saya tau, di masa itu saya sedang diajar untuk menjadi pendengar yang baik.


Awal perubahan....

Saya mulai diubahkan ketika kelas 3 smp akhir. Waktu itu setelah kelas agama, ada kebaktian. Kaka2 mahasiswa membagikan Firman tentang "Gambar Diri". Di masa itu, gambar diri saya memang sedang kacau parah. Saya mengalami yang namanya krisis kepercayaan diri, krisis jati diri, minder akut, rasa tertolak, merasa tidak berharga, saya merasa kurang dan orang lain lebih. Karena itulah, saya tidak bisa bicara di depan orang banyak.

Saya teringat, waktu dulu anak2 yang 3 besar dari kelas A-G ditunjuk untuk mengikuti portofolio, ya semuanya kecuali saya. Mungkin guru saya melihat bahwa saya tidak mampu bicara. Saya hanya baik secara tertulis (padahal waktu itu saya rangking 1). Ya begitu parah kali ya di masa itu.

Semenjak dibagikan firman itu, ada perubahan yang terjadi di hati saya. Saya merasakan kasih Bapa, saya mengerti bahwa saya berharga dan dikasihi Bapa dengan sangat. KasihNya memampukan saya mengasihi dan menerima diri saya. Saya pun berubah menjadi Nella yang baru, yang kini percaya diri, bukan karena sombong tapi karena saya tau saya diciptakan unik, masterpiece oleh Tuhan.

Belajar berbicara di depan...

Semuanya berproses. Di sma, setelah saya pulih dari gambar diri, Nella yang murung berubah menjadi Nella yang ceria. Saya mulai belajar berbicara dengan lebih percaya diri. Saya belajar berbicara di depan. Mungkin tidak sehebat teman-teman saya yang lain, tapi saya tau saya sedang diproses.

Kepercayaan berbicara di depan...

Awal saya masuk itb. Saya ikut beberapa unit kegiatan mahasiswa, salah duanya adalah PSM (Paduan Suara Mahasiswa) dan PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen). Di mulai dengan menjadi MC saat acara Festival Mini (FesMin) PSM. Memang tidak terlalu banyak saya bicara, tetapi saya sedang diproses. Kemudian Tuhan percayakan saya menjadi WL (Worship Leader) untuk acara Paskah di fakultas saya saat saya tingkat 1. Bayangkan saja, sebelumnya saya belum pernah memimpin kebaktian apapun, tapi Tuhan yang menganugerahkannya.
Kemudian, menjadi singer dan WL di beberapa kebaktian maupun persekutuan kecil. Kemudian belajar lagi menjadi MC waktu acara ulang tahun unit saya Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa (Kokesma). Saya masih banyak kekurangan, tapi Tuhan sedang memproses saya.
Hingga suatu waktu saya dipercayakan menjadi WL acara Natal PMK ITB. Saya tau itu bukan karena saya jago, tapi cuma karena Tuhan aja. Saya pun masih dibentuk di sini.
Dan juga beberapa kepercayaan lainnya.

jangan salah persepsi yaaaa...saya bilang tadi bukan untuk nyombong. Tapi saya ingin tunjukkin, Nella yang dulu seorang demam panggung bisa Tuhan ubah menjadi seperti itu. Kalo tanpa Tuhan mah ga bisa gitu. Saya mungkin masih menjadi Nella yang membenci diri sendiri dan demam panggung sampai saat ini, tetapi Puji Tuhan Dia menyelamatkan saya. WOOW, makasi banyak deh Tuhan Yesus. Love Youuuu.

Itu proses saya untuk belajar menjadi good speaker. Ya saya masih punya banyak kekurangan, tetapi saya tau Tuhan belum selesai memproses saya.

Belajar menjadi pendengar yang baik....

Seperti yang saya bilang tadi, latihan yang tepat adalah saat kita mengambil keputusan untuk tetap mendengarkan dan mencoba memahami apa yang pembicara itu sampaikan (sekalipun mungkin pembicara tersebut tidak sesuai dengan selera kita).

Pengalaman saya...

Saya akui ada saja dosen yang saat menjelaskan di kelas tidak begitu saya pahami dan kadang membuat kantuk. Mungkin ada yang memilih cabut dari kelas, ada yang memilih tidur saja di kelas. Saya ingat, waktu itu saya belajar mencoba tetap diam di kelas, melawan kantuk, dan mencoba memahami (walau mungkin pernah aga ketiduran juga...hehehe,,walau jarang sih soalnya ga enak tidur di kelas, enakan di kasur). Bahkan kadang saya walau sudah berusaha mendengarkan, tapi tetep ga ngerti. Tapi saya tau waktu itu Tuhan ajarin tentang kepatuhan dan penghormatan ke dosen.

Pernah juga ada dosen, yang perkataannya aga gimana gtu. Sempet males juga dengerin. Tapi ya suara hati suka nyuruh ya dengerin. Mungkin walau dengan terpaksa dan ogah-ogahan saya coba mendengarkan. Kadang saya juga ga selalu sukses lohhh..kadang ada juga kondisi bener2 ga fokus dan ga dengerin. Tapi itu dia. Proses. Belajar. Belajar. Bangkit. Bangkit. Bangun. Bangun.

Kisah lainnya, dulu ada dua pengkhotbah yang bukan favorit saya, mungkin karena pola pikir dan pandangan saya juga terhadap mereka. Akibatnya saya kurang mendengarkan. Hingga saya ambil keputusan untuk benar2 berusaha mendengarkan dan memahami apa yang pengkhotbah itu sampaikan. Dan kalian tau? Sekarang kedua pengkhotbah itu saya nantikan setiap khotbah, mereka menjadi pengkhotbah favorit saya sekarang. Ada kepuutusan yang dibuat untuk menjadi seorang pendengar yang baik.

Ya intinya kita harus belajar menjadi pendengar yang baik dan pembicara yang baik juga. Butuh kerendahan hati untuk menjadi pendengar yang baik. Butuh anugrah juga untuk menjadi pembicara yang baik. Mari sama2 belajar!!!

GBUA =D

Minggu, 24 Februari 2013

7x 70x

Haiii masbrow and mbaksistt...hahay...sudah lama daku tak menulis blog. Maklum sedang hectic. Sekarang juga masih sih, tapi udah ga tahan pengen nulis dulu,,*kek apa aja*

Oke..tulisan kali ini bertemakan 7x 70x yang mana adalah tema SR hari ini. Ada beberapa yang ingin aku tulis mengenai hal-hal yang kudapatkan hari ini. These are them.

Pertama : "Lukamu adalah luka Tuhan juga, karena Dia Bapa yang baik." -Mas Risen-

Kira2 itulah kalimat yang diucapkan oleh WL(worship leader) saat doa tadi pas SR. Buat aku kalimat itu ngena banget. Ga tau kenapa, Roh Kudus kek ngingetin gitu. Kalo apa yang menjadi kesedihanku, itu juga menyedihkan hatiNya. Kalo hatiku terluka, Dia pun ikut terluka. WOW, keren banget sih Tuhan!!!!
Dia benar-benar Allah yang peduli, bahkan Dia ikut turut merasakan. Dia yang paling mengerti. Dia Bapa yang baik.

Apa yang menjadi kesedihan saya, dan segala sesuatu yang saya rasakan alami hari-hari ini, itu yang Dia rasakan juga. Saya tidak sendiri. Ada pribadi yang benar2 mengerti. Betapa berharganya saya, sampai saat saya sedih, Dia ikut sedih.
Dia yang menghapus air mata saya. Dia ada menemani saya saat saya begadang. Dia membangunkan saya kalo ketiduran. Dia menolong saya. Dia menghibur saya.

Kawan, apakah kamu sedang bersedih sekarang? apa kamu sedang banyak masalah?
Kawan, tahukah kamu kalo Tuhan pun merasakan apa yang kamu rasakan?
Kawan, tahukah kamu kalo Tuhan ga ingin kamu bersedih?
Dia bukan Allah yang menahan2 kebaikan. Dia justru ingin memberinya berlimpah-limpah dalam hidupmu. Dia peduli hidupmu. Dia ada untukmu. Dia mengasihimu. SANGAT!!!.

Kedua : 7x 70x!

Konsep 7x 70x berbicara tentang hal pengampunan ke sesama. Tapi, waktu tadi dibahas, saya teringat tentang rhema yang dari Tuhan mengenai 7x 70x ini.
Jadi begini, waktu itu pada saat saya masih belum bener2 serius/niat/rajin ngerjain TA saya keseringan tidur. Saya pada dasarnya memang orang yang tidur cepat, tapi bangun pagi. Nah di masa itu, saya malah sering bangun siang. Padahal saya tau harusnya saya tidur lebih malam dan bangun lebih pagi di masa itu.
Saya sering merasa bersalah saat bangun tidur. Saya sering banget minta ampun sama Tuhan karena banyak tidur. Saya berusaha *atau mungkin belum terlalu berusaha* untuk bangun tapi yah begitulah. Hingga sampai saat di doa sate saya setiap pagi cuma berisi minta ampun sama Tuhan karena tidur. Saya merasa terintimidasi. Pernah suatu kali akhirnya saya berhasil bangun pagi. Saya saat teduh dan bilang minta ampun kalo suka tidur sampai hari sebelumnya, saya berdoa supaya hari itu saya menjadi fokus dan efektif mengerjakan TA saya. Tapi kamu tau apa yang terjadi? Setelah saya menutup doa sate saya, saya kembali tidur. What? Baru aja minta ampun, tapi langsung saya lakuin lagi seketika itu juga. Itulah saya.

Saya merasa semakin bersalah sama Tuhan. Saya merasa nakal karena ga manfaatin waktu dengan baik. Saya frustasi. Setiap doa saya cuma berisi minta ampun. Dan semenjak saat itu saya malah semakin merasa menjauh dari Tuhan. Saya merasa ga layak. Saya menyerah, sampai berkata "Ya udahlah Tuhan, mungkin saya mah emang gini". Saya merasa kalo Tuhan udah ga mengampuni saya. Ya iyalah secara masa baru minta maaf, langsung saya gitu lagi. Saya takut Tuhan marah sama saya. Saya merasa saya ga layak diampuni.

Sampai saat saya datang lagi sama Tuhan. Saya menyerah di hadapanNya. Saya bilang sama Tuhan, "Tuhan aku udah sering banget minta maaf, dan sering banget aku melakukan hal yang sama bahkan setelah baru saja minta maaf. Gimana nih Tuhan? Tuhan ampuni aku ga?"

Dan Tuhan jawab tentang 7x 70x itu. Seperti Tuhan suruh kita mengampuni orang yang bersalah sama kita 7x 70x (tidak terbatas) meskipun orang itu melakukan kesalahan yang sama dan berkali-kali ke kita, kita harus tetep ngampunin. Begitu juga dengan Tuhan. Dia tetep mengampuni kita meskipun kita sudah berkali-kali minta ampun bahkan untuk hal yang sama. Dia adalah kasih yang sempurna. Anugrah pengampunanNya selalu ada. Dia tidak mengingat2 lagi kesalahan kita. Dari situlah saya dimerdekakan. Saya tau Tuhan ampuni saya dan saya terus belajar untuk memanfaatkan waktu sebaik2nya. Hubungan dengan Tuhan pun dipulihkan.


Ketiga : Mengampuni bukan dengan konsep dunia, tetapi mengampuni dengan konsep Tuhan.

Bayangkan jika kamu disakiti seseorang dan Tuhan suruh kamu ampuni dia!! Bagaimana rasanya?? Rasanya seperti TIDAK FAIR. Banyak orang yang disakiti merasa 'rugi' jika mengampuni.
 "dia kan udah nyakitin saya, dia kan udah kecewain saya, bapa saya kan udah ninggalin saya, mama saya kan ga ngurusin saya, temen saya kan udah mengkhianati saya, dia kan udah nyinggung saya,
........kan udah.............saya *isi sendiri*"
Dan bagaimana kalo kamu disuruh ngampunin mereka dengan cuma2? Apalagi kalo kamu sebenernya udah baik sama mereka. Rasanya ga fair???

Ya tentunya rasanya ga fair saat kita menggunakan konsep yang dari dunia. Tapi itu akan menjadi sangat fair saat kita menggunakan konsep Tuhan.

Kawan, Tuhan udah mengampuni kita melalui Yesus Kristus yang mati di kayu salib. Dia mengampuni segala dosa-dosa kita. Dia memberinya dengan cuma-cuma saat kita percaya kepadaNya. Dia mengampuni walau kita masih berdosa, Dia tetap mengampuni walau terkadang kita sering jatuh dalam dosa. Tuhan Yesus ga bilang "Ga fair dong kalo yang berbuat salah itu manusia, tapi yang mati buat mengganti dosa-dosa mereka itu Aku?" But thanks God, Tuhan yang penuh kasih mengampuni kita dengan cuma-cuma.

Saat kita mengerti konsep Allah, bahwa kita diampuni Tuhan dengan kasih karuniaNya, maka secara otomatis sudah seharusnya kita mengampuni orang lain dengan cuma-cuma. Itulah FAIRNESSnya. Saya sudah diampuni secara cuma-cuma, maka saya pun harus mengampuni orang yang bersalah pada saya dengan cuma-cuma. 


Keempat : Serba serbi 

  • Kunci mengampuni adalah memiliki hubungan yang dekat dengan Allah, memiliki keterbukaan, dan doa.
  •  Mengampuni dan melupakan adalah satu paket. Kalo kamu hanya melupakan kesalahan seseorang, sebenarnya kamu belum mencabutnya sampai akar, baru sebagian saja, baru setengahnya. Cabut sampai akar!
  • Ga bisa mengampuni beda dengan ga mau mengampuni!! Saat kamu mau, Tuhan yang akan memampukanmu mengampuni!!
  • Apakah sudah benar2 mengampuni?? Pola pikir kita tentang orang itu akan berubah, ga negatif lagi.
  • Setelah berdoa mengampuni? Bangun hubungan dengan orang itu! 
  • Jadilah penurut2 Kristus, semakin serupa denganNya. Pola pikir kita harus seperti pikiran Kristus. Pakai konsep Allah.
  • Harus bertumbuh dalam kasih!!! Bukan hanya bertumbuh dalam pelayanan.
  • Hal mengampuni bukanlah roh agamawi. Tidak ada aturan khusus, kalo kita mengampuni seseorang yang menyakiti itu kita harus temui dia atau tidak?? Dengar suara Tuhan! Kalo Tuhan suruh kita pergi ke orang itu dan bilang kalo kita mengampuni dia *bahkan mungkin orang itu ga sadar kalo dia udah nyakitin kita* ya berarti pergi. Kalo engga, misal cukup kita melepaskan pengampunan saat berdoa di kamar aja dan ga perlu ngadep dia, ya it's okay. Perlu dengar suara Tuhan, di sinilah pentingnya memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan.
  • Level mengampuni di dalam Tuhan itu lebih tinggi. Kalo biasanya, kita yang bersalah kita yang pergi minta maaf. Tapi kalo dalam Tuhan saat kita tau ada orang yang merasa ga enak sama kita meskipun kita ga ngapa2in dia, Tuhan mau kita juga yang berinisiatif datengin dia. Dalam mengampuni itu ada inisiatif!
Tadi juga banyak dibahas tentang per-TH-an sih. Tapi ya sudahlah saya mau bahas tentang mengampuninya saja. Dulu saya udah bikin tulisan ttg mengampuni : 
http://nella-riskiana.blogspot.com/2013/01/hal-mengampuni-rp-3-triliun-vs-rp-5-juta.html

Tapi kalo tadi sih dibilangnya berarti 1,5 triliun vs 2,5 juta. hahay.

Oke deh sekian dulu. Mau T-A.H dulu!! Syalalallalaa =D

Jumat, 11 Januari 2013

Kau mencuri hatiku...

Pernah ga kalian merasakan tiba-tiba suka sama seseorang?
Tiba-tiba kamu bilang dalam hati, "ko aku jadi kepikiran sama dia ya?"
Seolah-olah mata kamu jadi terbuka buat dia, pikiran kamu tertuju padanya, dan kamu ga bisa berhenti.

Setelah aku pikir-pikir, sebenernya itu bukan terjadi secara tiba-tiba. Bukan blekkk tiba-tiba suka dia.
Itu bukan blek tiba-tiba kepikiran dia. Tapi sebenernya itu udah melalui proses terlebih dahulu.

Tanpa kita sadari, mungkin perlahan-lahan kita udah buka hati kita buat dia.
Saat sekali liat dia. Dua kali. Tiga kali. Awalnya biasa aja. Mungkin bisa jadi tetep biasa. Ato juga mungkin jadi ga biasa.
Saat sms pertama. Sms kedua. Sms ketiga yang sebenernya juga cuma nanya hal lain yang gada kaitannya dengan cintrong.
Intinya, pertemuan-pertemuan dengan dia, pengalaman-pengalaman dengan dia ato melihat dia dari kata orang aja bisa membuat kita tanpa kita sadari jadi suka sama dia.
Ya, tapi ga tiba-tiba aja. Ada proses.

Cinta pada pandangan pertama? Mungkin ada. Aku belum merasakannya. Kalo nge-fans sih iya pernah langsung pada pandangan pertama (keknya). Tapi kalo mau jadi beneran suka harus ditambah tau sikapnya dia, dllnya dia.

Trus poin dari tulisan ini apa? Hahaha. Maaf sodara. Yang di atas adalah pembukaannya. Maaf kalo kepanjangan. Itu supaya gampang mengilustrasikannya.

Jadi gini.
Misal pada awalnya hati kita memang sangat mengasihi Tuhan. Ga ada yang lain selain Tuhan. Tuhan yang pertama dan terutama. Kita begitu mengasihi Dia. Kita merindukanNya, mencariNya di waktu-waktu saat teduh, waktu doa, waktu ibadah, bahkan di setiap waktu. Hati kita dipenuhi kasihNya, kerinduanNya. Yang ingin kita lakukan hanyalah menyenangkanNya. Dan kita pun memang melakukan kehendakNya.

Namun, sodara yang tercintrong. Pernah ga kalian sadari? Tiba-tiba di suatu titik kalian merasa udah ga terbakar-bakar lagi untuk Tuhan? Udah ga punya cinta yang membara lagi untuk Tuhan? Udah males melakukan kehendakNya? Udah ga punya hati lagi seperti hatiNya dan bahkan hati kita dipenuhi oleh keinginan pribadi dan keinginan dunia ini?

What I want to say is, itu semua ga terjadi tiba-tiba sodara.

Itu udah melalui proses. Proses yang mungkin pada awalnya ga kita sadari.
Kita ga sadar membuka pelan-pelan hati kita untuk hal yang lain, selain Yesus. Hal lain itu adalah segala sesuatu yang dunia tawarkan. Hal-hal yang bisa mengambil tempat pertama di hati kita.

Hal-hal itu bisa banyak. Bisa beda untuk setiap orang. Misal hal itu bisa jadi uang untuk A, tapi B bukan uang, tapi B misal kesenangan lainnya.

Tanpa kita sadari, awalnya ya cuma iseng aja liat-liat video klip dan pelem-pelem korea/hollywood.
Kesan awal : "oh", "cukup rame", "liat lagi ah", "ih rame banget, ada yang lainnya ga?"
Sampe akhirnya kita suka. Suka. Suka banget. Kepikiran terus. Ketagihan.
Awalnya cuma iseng liat video klipnya, trus penasaran sama siapa personelnya, cari biodatanya, cari video artis itu di variety show. Trus liat pelem korea, "ih rame", kepikiran, dan sampe ngebayangin ceritanya dan bahkan buat cerita sendiri untuk dikarang sebelum tidur.

Haha. Sebagian di atas saya yang ngalamin. Sebenernya dibanding temen2 saya yang emang bener2 pecinta korea entertainment, saya mah masih jauuuuhhh. Cuma itu sodara. Setiap orang punya takaran masing-masing dan yang tau adalah kita sendiri. Jadi jangan disamain. Bukan berarti ga boleh samsek juga sih, asal tau batasan aja. Asal jangan hal itu sampe menguasai hati dan pikiran kita. Tapi untuk yang takut kalo jadi ketagihan, mendingan jangan memulai. Hahaha.

Bagi saya, walau cuma liat mungkin ga banyak-banyak amat, tapi saya mah orangnya kepikiran. Dan tanpa saya sadari, saya sudah menyukai itu semua. Dan pada akhirnya saya temukan, bahwa hati saya udah ga se-menyala kek dulu. Saya temukan tanpa saya sadari, itu semua udah cukup menggeser fokus saya kepada Allah.

Nah kalo kamu apa? Hal yang menyenangkan seperti nonton film Hollywood, Bollywood, K-Pop? Kesenangan untuk tidur dan bermalas-malasan? Kecintaan akan uang? Kecintaan akan seorang pria yang membuat kita menomorduakan Tuhan? Kecintaan akan seorang wanita yang membuat kita menomorduakan Tuhan? Kecintaan akan jabatan? Kesenangan akan puji-pujian dari orang lain untuk kita?

Waktu saya menyukai kpop dan dramanya itu, saya memang masih tetep rajin saat teduh, PD, kebaktian, dll.  Tapi saya tau hati saya sudah mulai berubah. Dan saya tau, kalo itu dibiarin, mungkin saya bisa jadi masuk ke tahap yang bener2 udah males yang namanya sate, PD, kebaktian, dan yang penting melakukan kesenangan saya.

Kamu ada di mana?

  1. Hati yang terfokus pada Allah. Menjadikan Dia yang terutama. Di sini bukan berarti yang lain bener2 ga boleh juga maksudnya. Kamu sendiri yang taulah. Kalo itu jadi menguasaimu dan menggeser hatimu jangan memulai deh.
  2. Hati yang udah mulai berubah. Kamu masih rajin sate, PD, kebaktian. Tapi kamu tau dalam hatimu kalo kamu udah berubah. Fokus pada Yesus mulai bergeser.
  3. Hati yang menjauh dari Tuhan. Meninggalkan Tuhan dan hidup dalam kesenangan pribadi.

Kalo kamu dalam posisi 1 : terus cari Tuhan, jangan buka celah untuk hal lain menarik perhatianmu lebih daripada Yesus.
Kalo kamu dalam posisi 2 dan 3 : kita harus bertobat, minta ampun sama Tuhan, menutup semua cela, meninggalkan hal-hal yang menyenangkan itu jika hal itu udah membuat kita melupakan Tuhan dan mengubah hati kita. Lalu, kembalilah pada kasih mula-mula.

-Jangan biarkan hal lain mencuri hati kita karena hati kita seutuhnya milik Tuhan Yesus.-


Jangan Menulis Sendiri

"Saat saya berusaha menulis kehidupan saya dengan kekuatan saya sendiri, dengan apa yang saya pikir baik, tanpa saya sadari saya sedang membawa hidup saya berjalan menjauh dari kehidupan yang baik itu sendiri.  
Saya semakin jauh dari panggilan terbesar saya, yaitu alat kemuliaan Raja segala Raja, saya tidak mencapai pencapaian yang seharusnya bisa saya peroleh."
So don't write it by yourself, just give the pen to Almighty God, and you'll see how amazing the story that He writes for you...

--Tulisan lama yang baru dipublish juga--

Kamis, 10 Januari 2013

Selasa, 08 Januari 2013

Orang Farisi Modern yang Berdoa


Empat orang pria pergi ke kapel untuk berdoa.

Pria pertama berdiri dan mendoakan doa ini kepada dirinya sendiri, “Saya tidak tahu apa yang saya lakukan di sini, lagipula bukankah Yesus berkata bahwa Tuhan mengetahui kebutuhan kita, bahkan sebelum kita memintanya? Mengapa saya harus berdoa? Menurut saya, doa itu kelihatannya tidak penting!”

Pria kedua berdiri dan mendoakan doa ini kepada dirinya sendiri, “Dunia ini adalah dunia yang dipimpin oleh hukum yang abadi. Bagaimana mungkin saya berani menghampiri Tuhan dan meminta-Nya untuk mengubah salah satu peraturan di alam semesta ini, hanya untuk menyelaraskannya dengan keinginan saya? Menurut saya, doa itu sangat tidak masuk akal!”

Pria yang ketiga berdiri dab mendoakan doa ini kepada dirinya sendiri, “Menurut saya akan terlalu berbahaya baik secara emosi maupun mental jika saya berlari kepada Tuhan dengan kesulitan-kesulitan saya. Saya harus menajdi pria sejati yang dapat menyelesaikan semua kesulitan sendiri. Saya pikir doa adalah hal yang tidak sehat dan tidak dewasa!”

Pria keempat memukul dadanya dan berkata, “Tuhan, kasihanilah saya orang berdosa-dan ubahlah saya!” (cf : Lukas 18:13)

--Edward Wessling

Renungan
Dalam sikap hati kita ketika berdoa, kita perlu merendahkan diri kita di hadapan Tuhan, karena doa merupakan penyataan ketergantungan kita akan Tuhan. Pada waktu kita berdoa, apakah sikap hati kita benar-benar bergantung kepada Tuhan, atau apakah doa sudah menjadi tradisi bagi kita? Biarlah kita selalu menjaga hati kita dan selalu menggantungkan kehidupan kita kepada Tuhan.

Doa tidak mengubah Tuhan,
tetapi mengubahkan dia yang berdoa.
(Soren Kierkegaard)

Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik.
Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam
rumah-rumah ibadah dan pada tikungan-tikungan jalan raya,
supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu :
Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
(Matius 6:5)

Disadur dari Buku 100 Kisah Doa, Djohan Handojo. 2011. Hlm. 60-61. Light Publishing

Hal Mengampuni : Rp. 3 Triliun vs. Rp. 5 Juta


Untuk memulai tulisan ini, mari kita baca dulu Matius 18 : 21-35. Ini adalah bacaan saat teduh aku hampir 2 minggu yang lalu. Aku udah sering baca ayat ini, tapi di saat teduh kemarin aku diingatkan lagi sesuatu yang baru dan ini mengena banget di hati.

Mat 18:21  Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
Mat 18:22  Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
Mat 18:23  Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
Mat 18:24  Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
Mat 18:25  Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
Mat 18:26  Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
Mat 18:27  Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
Mat 18:28  Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
Mat 18:29  Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
Mat 18:30  Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
Mat 18:31  Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
Mat 18:32  Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
Mat 18:33  Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Mat 18:34  Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
Mat 18:35
  Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

Jadi begini, waktu sate (baca : saat teduh) aku kek digerakin gitu untuk ngitung-ngitung. Begini perhitungannya :

Hamba pertama yang disebut memiliki hutang pada raja, sebut saja hamba A, berhutang sebesar 10.000 talenta.

Hamba kedua yang disebut memiliki hutang pada hamba pertama, sebut saja hamba B, berhutang sebesar 100 dinar.

1 talenta = 6000 dinar (sumber : kamus Alkitab)

Hutang hamba A = 10.000 talenta = 10.000 x 6.000 dinar = 60.000.000 dinar
Kalo kita liat angka 100 sama 60.000.000 itu aja udah jauh banget yahhh. Kalo kita punya utang 60 juta sama 100 perak itu perbandingannya jauh banget. Tapi itu masih dalam satuan dinar sodara. Gimana kalo dalam rupiah?
1 dinar = upah pekerja harian dalam satu hari.

Berapa upah pekerja dalam satu hari? Biar lebih gampang dan baku , aku pakai UMR (Upah Minimium Regional). Di Sumedang UMR itu 1,4 juta lebih, hampir 1,5 juta. Kalo di Bandung ato Jakarta bisa lebih gede, ato bisa lebih kecil juga kalo di kota-kota lain. Kali ini aku pake 1,5 juta.
Gaji per hari = Gaji per Bulan : Jumlah Hari = Rp. 1.500.000 : 30 =Rp. 50.000/hari
Perhitungan itu emang ga presisi, cuma aku ingin menunjukkan perbandingan kurang lebihnya dalam rupiah untuk melihat perbandingan jelasnya. Oke kita hitung lagi.

Hutang A = 60.000.000 dinar = 60.000.000 x Rp. 50.000 = Rp. 3.000.000.000.000 = Rp. 3 Triliun
Hutang B = 100 dinar = 100 x Rp. 50.000 = Rp. 5.000.000 = Rp. 5 Juta
WOW..jauh banget kan 3 T sama 5 juta rupiah. Perbedaan hutangnya jauh besar.
Hutang hamba A : hutang hamba B = 3 T : 5 Juta = 600.000 : 1
WOWWW 600.000 kali lipat cuyyyyyy.. Can you feel something? Do you understand something?

Hamba A yang hutang sama raja itu punya utang 3 Triliun nih, sedang hamba B cuma punya utang 5 juta ke hamba A. Hamba A ga bisa ngelunasin.  Coba bayangin gimana sikap hamba A itu dengan kondisi dia, istri dan anaknya mau dijual untuk gantiin utang itu? Pastinya A bersujud, memohon, memelas, suaranya bergetar, dan mungkin ada air mata yang keluar. Dan dia memohon raja untuk bersabar dan dia berjanji akan melunasinya. Raja itu berbelas kasihan, membebaskannya, dan menghapus hutangnya.

My friends, saya tau kalo kita itu sangat berharga dan kita itu sangat mahal sampe ga terbeli, tapi memang ada yang namanya jual beli manusia sampe sekarang di bumi ini. Mulai dari anak-anak sampe dewasa. Saya yakin, meskipun si hamba A, istri, dan anaknya dijual mungkin ga akan  nyampe 3 Triliun. Raja itu tau A ga bisa melunasi hutangnya walau ia dan keluarganya dijual saking besarnya utangnya dan untuk hamba A melunasi mungkin butuh waktu yang sangat lama. Kalo hamba itu adalah pekerja harian dengan upah Rp. 50.000, maka dia membutuhkan 60.000.000 hari , yaitu kira-kira 164384 tahun......GA AKAN LUNAS LUNAS DONG..Dia aja paling lama mungkin hidup 100 tahun kalo panjang umur. Kalo mau cepet lunas mungkin dia harus pekerjaan yang luar biasa gede gaji/keuntungannya...Di cerita itu emang kaga ada disebutkan pekerjaan hamba A. Tapi yang gw tau, meskipun artis hollywood yang tajir banget dengan gaji gede, untuk ngumpulin uang triliunan itu butuh waktu yang lama.  Rumah mereka ato mobil mereka nyampe puluhan M, tapi sampe 3000 M keknya jarang, susah, n lama ngumpulinnya. Untungnya rajanya baik, berbelas kasihan, membebaskan, dan menghapus hutang hamba A.

Sekarang hamba B utang 5 juta ke hamba A. Lihat deh sikap hamba A ke hamba B. Mulai dari ketemu, hamba A udah nangkep dan cekik hamba B itu, ngomongnya juga kasar. Coba bayangkan kejadiannya!! Hamba B bersujud, memohon, dan meminta hamba A untuk bersabar dan dia berjanji akan melunasinya. Untuk melunasi utang 5 juta jauh lebih lebih feasible dibanding lunasin utang 3 Triliun. Dengan hamba B bekerja beberapa waktu, misal dia adalah pekerja harian dengan gaji Rp. 50.000, dia bisa lunasin utangnya mungkin dalam waktu 4-5 bulan aja. Tapi hamba A tidak berbelas kasihan. Dia memasukkan hamba B ke penjara.

Kenapa A ga punya belas kasihan? Dia baru aja *baru banget ini kan dicerita dibilang dia baru bener2 keluar dari tempat raja* menerima belas kasihan. Hamba A baru aja dilunasin utangnya yang ga mungkin  dia lunasin. Mungkin kita bisa bilang :
“Parah banget sih hamba A itu. Ga tau diri. Ga tau terima kasih. Ga tau malu. PARAH!!! GILAKK!!”
Bayangkan kalo kamu jadi rajanya!! Gimana perasaanmu? Kalo saya bakal marah besar dan akan menghukum  dia jauh jauh lebih berattt..ESMOSI banget liat orang kek gitu.

Tapi kawan, pernah ga kita berpikir, kalo seringkali kita ini menjadi sama kek hamba A itu?? Semua dosa kita yang sangat banyak dan tak bisa kita bayar itu, udah dilunasi oleh darah Kristus Yesus.  Sampai seumur hidup kita pun kita ga bisa mengganti/membayar dosa itu, baik oleh kelakuan baik kita atau kerajinan kita beribadah. Itu semua ga bisa melunasi hutang kita. Tapi karena Allah begitu baik, penuh kasih, penuh belas kasihan, Dia menghapus semua dosa kita. Dia melunasinya. Ya karena hanya Dia saja yang bisa melunasinya, sedangkan kita ga akan pernah bisa ngelunasinnya.

Lalu bagaimana jika ada hamba lain yang berhutang sama kita? Bagaimana kalo ada orang lain yang bersalah dan menyakiti kita? Apakah kita mau bersikap kek hamba A yang jahat itu? Ato membebaskan dan mengampuni orang yang bersalah pada kita? Kesalahan orang lain ke kita ga akan jauh lebih besar daripada kesalahan kita ke Tuhan. Ya karena semua orang telah berbuat dosa dan orang lain tidak kita ciptakan, tapi Tuhan yang nyiptain.

Aku tau hal mengampuni bukanlah hal yang mudah. Ya memang tidak mudah. Sulit bahkan. Tapi sulit bukan berarti ga mungkin. Gimana caranya bisa mengampuni orang lain? Ya dengan mengalami kasih Kristus. Saat kita mengerti betapa tidak layaknya kita, betapa berdosanya kita, betapa kita ga bisa membayarnya dengan perbuatan kita. Saat kita mengerti betapa Dia begitu baik mau mengampuni kita. Saat kita mengerti betapa besarnya dosa kita yang sudah Dia lunas bayar. Saat kita mengerti bahwa kita sudah diampuni sangat sangat banyak. Sehingga saat ada orang yang sekalipun begitu menyakiti kita, kita tetep bisa mengampuni dia karena kita tau kita aja udah diampuni dari dosa dan kesalahan yang jauh lebih besar daripada kesalahan yang dia lakukan ke kita.

Dari bacaan ini, aku diingatkan kalo emang udah seharusnyalah kita mengampuni orang yang salah ke kita. Ga ada haknya kita untuk tidak mengampuni. Dan liat lagi di cerita di Matius itu, apa yang terjadi sama hamba A saat dia ga mengampuni hamba B?

Okey, mungkin orang yang menyakiti kita memang bersalah, tapi kita juga punya salah. Sudah sewajarnya kita mengampuni karena kita sudah diampuni lebih banyak lagi. Tidak ada alasan untuk tidak mengampuni. Kalo kita MAU, Dia yang akan membuat kita MAMPU. Mampu untuk mengampuni dan mengasihi orang yang menyakiti kita.

Liat lagi Matius 18:21-22. Tuhan mau kita mengampuni tujuh puluh kali tujuh kali. Angka 7 adalah angka sempurna. Artinya Tuhan bilang kalo kita harus terus mengampuni. Bukan hanya 7 kali atopun 490 kali, tapi terus menerus, ga berhenti. Meskipun orang itu melakukan kesalahan lagi, bahkan kesalahan yang sama sekalipun kita harus tetap mengampuni. Tuhanlah yang memampukan kita mengampuni.
Saat kita mendendam, kita sendiri juga sebenernya yang rugi. Kita ga bisa tenang, kita sendiri yang sakit, dan dendam itu bisa menghancurkan diri kita juga. Makanya, mari lepaskanlah pengampunan!!
Mari panjatkan doa ini kawan-kawan!!

DOA :
Tuhan, kami tau kami adalah orang yang tidak layak dan penuh dosa.
Kami tau, seberapa baik kami dan seberapa rajin kami beribadah ga bisa menghapus dosa kami.
Tapi kami mengucap syukur, Engkau sendiri yang melunasi, membayar, dan menghapus semua dosa dan kesalahan kami melalui darahMu yang tercurah di atas kayu salib.
Tuhan, ajari kami untuk mengampuni orang yang juga bersalah kepada kami.
Jujur Tuhan, ini terkadang sulit, bahkan terlalu sulit, jika mengingat bagaimana mereka menyakiti kami. Tapi kami tau Tuhan, seperti Engkau mengampuni kami, begitu juga kami harus mengampuni mereka.
Tuhan kami mau mengampuni orang yang menyakiti kami. Penuhi hati kami dengan kasihMu yang melimpah Bapa. Kami mau mengasihi mereka. Kami memilih untuk melupakan kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat-ingatnya.
Terima kasih Bapa, kami mampu mengampuni mereka karena Engkau terlebih dahulu mengampuni kami. Kami mampu mengasihi mereka karena Engkau terlebih dahulu mengasihi kami.
Engkaulah yang layak dipuji dan disembah. Kami mengucap syukur. Di dalam nama Yesus kami berdoa. AMIN

Minggu, 16 Desember 2012

H.E.R.O.

banyak artis pengen ngetop
dengan bikin banyak sensasi
minggu pagi buka laptop
niat hati ngerjain skripsi

burung perkutut berkicau
sedang sombong pamerin bulu
pikiran kini jadi kacau
ya udah deh nulis dulu

Hahahahha...maaf kalo puisinya aga anehhh...itu juga udah beberapa kali ganti coba bikin...SUSAHH...Mungkin karna sudah tua. Perasaan waktu kecil gampang deh bikin pantun, bahkan dulu gw ma temen2 gw mainannya balas2an pantun. Jadi kek tanding gitu, kalo ga bisa bales pantun balik, maka dia kalah.

Yah yoweslah. Seperti pantun yg tadi udah gw bilang. Yaaaa...sodaraaa...again and againnn,,saat udah mau ngerjain TA, suka banyak pertentangan di dalam hati, tapi kalo emang udah ngerjain suka lancar. Tapi kalo memulai lagi suka gimana gitu.

Nah untuk menyemangati gw sendiri *kalian juga* Gw ingin share apa yang dibagiin sama Pa Bob Poster kemaren pas di seminar motivasi untuk anak SMA. Sekalipun gw bukan mau masuk kampus lagi, tapi gw juga berasa di charge lagi kemaren.

Kmaren acara SPRINT (Spiritual Inteligence) yang diadain buat anak2 SMA, khususnya kelas 3 punya yel gitu. Yelnya kek gini :
"Berlariiii, menuju kampus impian, bersama Tuhan"

Terus abang yang masih berjuang TA kek gw bilang kek gini.
 "Kalo kita yelnya gini : Berlariiii, keluar dari kampus impian, bersama Tuhan"

Gw pikir sih itu lucu aja. Yah walau ada sesuatu yang bergejolak di hati. Akhirnya gw pun menjadikan itu yel gw.

OKEH. Gw mau share apa yang kemaren di bilang Pa Bob ditambah dengan pendapat dan pengalaman gw juga.
***

Einstein bilang intinya : better to be the man of value than be the man of success. Sukses aja ga cukup sodara. Tapi kalo kita sukses dengan cara yang ga bener. Ato sukses tapi ga beri kontribusi buat orang lain di sekitar kita, cuma nguntungin diri sendiri, tapi nyusahin orang, itu gada artinya. Mungkin sebagian bilang itu omong kosong. *Tapi gw pribadi sih setuju. Kalo kita cita2nya cuma kaya and thats all, gw rasa itu bukan hal yang tertinggi yang bisa kita lakukan. Tuhan menetapkan itu untuk suatu maksud yang besar. Menurut gw, kesuksesan atau kekayaan itu cuma alat untuk melakukan maksud dan rencana Allah dalam hidup kita untuk memberkati lebih banyak orang lagi. Dan itu hal yang jauh lebih besar daripada cuma sekedar kaya. Daripada sukses tanpa nilai, akan berakhir di penjara.* 

Menjadi student of H.E.R.O. Baik dalam arti langsung, yaitu menjadi pahlawan2 di negeri ini, maupun arti dalam akronimnya. H (Hope), E (Efficacy), R (Recillience), O (Optimism). Mari kita bahas satu per satu.

1. H (HOPE) 

Hopeless means failed.
Kalimat itu bener banget cuyy. Kmaren2 gw denger kotbah ttg mempersembahkan tubuh kita menjadi senjata. Salah satunya adalah hati kita. Ada ayat di amsal bilang. Hati yang gembira adalah obat. Semangat yang patah membuat kekuatan menjadi hilang. Saat kita ga berpengharapan, kekuatan kita hilang dan kita ga bisa lakuin hal yang sebenarnya bisa kita lakukan. Bahkan tanpa pengharapan kita jadi ga bisa ngelakuin apa2.

Hope = motivasi positif dari (1) keinginan untuk berhasil dan (2) keinginan untuk mencapainya (melalui suatu perencanaan).

Gw tertampar dengan yang no (2) itu. Harapan itu bukan cuma ingin berhasil aja. Semua orang juga ingin berhasil kali. Ga ada yang mau gagal. Bagus kalo kita bermimpi dan punya keinginan untuk berhasil. Tetapi yang menentukan kita berhasil juga adalah keinginan kita untuk melakukan sesuatu untuk mencapainya. *Tapi ingat di atas segala sesuatunya adalah kasih karunia Tuhan*. Gw pernah baca kek gini "Sebenernya tidak ada cita-cita yang terlalu tinggi, tetapi yang menjadi masalah apakah usaha kita sudah setinggi cita-cita kita?".

 If you failed to plan, you plan to fail.

Harus bikin strategi dan perencanaan untuk perang.

Where there is a will, there is a way.

The Will :
  • mau berusaha
  • bertahan kalo ada masalah
  • kreatif untuk memecahkan masalah2 yang berbeda
Tanpa strategi kita ga maju, termasuk strategi menggunakan waktu.

GA USAH BANDINGKAN/SAMAKAN DIRI KITA DENGAN ORANG LAIN. 


Artinya gini. Setiap orang emang beda. Gitu juga dalam kecepatan untuk mengerti sesuatu atau mengerjakan suatu tugas. Ada yang cukup belajar 1 jam per hari udah bisa langsung ngerti dan dapet nilai baik. Ada yang harus 8 jam sehari baru bisa ngerti untuk dapat nilai baik. Ada yang butuh cuma 1 hari menyelesaikan tugas programming dengan Pascal, tapi ada juga yang udah 4 hari ngerjain belom kelar juga *hahah, ini gw maksudnya*. Dan itu ga bisa dibandingin. Yang baru bisa ngerti kalo 8 jam belajar jangan nyamain dirinya dengan yang cukup belajar 1 jam. Apa Tuhan adil? Ya Tuhan adil. Dan menciptakan kita masing-masing unik. Tuhan adil memberikan 24 jam sehari untuk semua orang. Ga ada yang 18 jam atau 36 jam sehari. 

Gw pribadi belajar untuk ga bandingin diri gw dengan orang lain. Orang beda-beda. Kecepatan beda-beda. Belajar membandingkan diri dengan diri sendiri. Belajar membandingkan talenta/minat/bakat mana yang paling menonjol. Kalo membandingkan dengan orang lain jadi termotivasi, itu bagus. Tapi kalo jadi depress, mending ga usah deh. Gw yakin Tuhan itu ngasih sesuatu yang khusus untuk setiap kita. Ga cuma mau bilang sama orang yang 8 jam (istilahnya) kek gini : jangan iri sama orang yang 1 jam, ga usah malu kalo si 1 jam liat kita sering belajar dan kita jadi pura2 ga belajar, ato jangan takut dianggap kutu buku karna emang dia 1 jam sedang kita 8 jam. Jadi santay aja.


2. E (EFFICACY)

Efficay = kepercayaan diri, keyakinan seseorang akan kemampuan dirinya dalam memotivasi, mencari sumber daya, dan melakukan tindakan yang diperlukan untuk berhasil dalam melaksanakan tugas tertentu.

Penemuan 1 : "Efficacy didasarkan pada latihan atau kemahiran" --> tetapkan target yang konsiten
Penemuan 2 : "Selalu ada ruang untuk perbaikan/peningkatan di dalam efficacy"
Penemuan 3 : "Efficacy yang Anda miliki dipengaruhi oleh orang lain" --> Show me your friends, and I will show you your future.

3. R (RECILLIENCE)

Recillience adalah kemampuan pegas untuk kembali pada posisi semula. Kek pegas walau dia di tekan sedemikian rupa, dia menolak untuk tertekan dan akan kembali ke posisi semula, engga terus dalam posisi tertekan.
Recillience adalah kemampuan untuk pulih, kemampuan untuk bangkit dari masalah, bangkit dari kegagalan, engga menjadi orang yang tertekan saat ada masalah.

Yang terpenting bukanlah berapa banyak kita sudah jatuh, tetapi seberapabanyak kita bangkit. *ini ngena banget ke gw*. Hal itulah yang membedakan si pecundang dan pemenang. Seorang pemenang terus bangkit meskipun dia jatuh.
Bener sih gw ngerasa bgt. Saat gw gagal *belum kelar TA*, gw berasa gw menjadi batu sandungan dan ga bisa jadi berkat, baik di keluarga dan di lingkungan temen2. Tapi gw belajar sih, dalam masa kegagalan kita masih bisa memberkati orang lain, yaitu ditentukan dari respon kita saat kita ngadepin masalah/kegagalan. Saat kita bisa positif menyikapi kegagalan/masalah dan bangkit dari itu semua, di situ kita bisa menjadi berkat. Ya, mari belajar menjadi berkat bukan hanya saat kita berhasil, tetapi bahkan saat kita sekalipun gagal. Di dalam kelemahan, kuasaNya semakin nyata dan dimuliakan.

SABAR DAN TAHAN BANTING. BANGUN DAN BANGKIT KEMBALI.

4. O (OPTIMISM)

Optimis itu harus realistic dan flexible.
Realistic : menetapkan target yang di atas normal, namun masih bisa dicapai
Flexible : mengembangkan strategi dari tujuan yang sesuai dengan kondisi saat ini.

***

Okeh segitu dulu kawan2. Semoga bermanfaat. Gw juga abis nulis ini jadi semangat lagi. Yang penting bukan seberapa banyak jatuh, tapi seberapa banyak bangkit. Jangan nyerah. Harus sabar dan tahan banting. Kalo gagal ya coba lagi. Gagal itu bukan karena kamu belum berhasil, tapi karena tidak mencoba lagi. Dan intinya berserah sama Tuhan Yesus. Bukan dengan kekuatan kita. Kasih karunia memberikan kita hal yang jauh lebih besar daripada hasil yang bisa kita peroleh dengan kerja keras. Cukup kasih karunia dong, ga usah kerja? Hey, Bapa kita aja bekerja, dan Tuhan Yesus juga bilang Aku bekerja karena Bapaku bekerja. So, apalagi kita coy. Berusahalah di dalam pengharapan pada Allah, bukan berusaha di dalam pengharapan pada usaha itu sendiri. That's the difference. 

Okay. Gw mau mandi dulu. Lanjut ngerjain TA. Lanjut ke gereja jam 3 nanti ibadahnya. Lanjut TA lagi. Amin. GBU muah muah <3

Jumat, 23 November 2012

Kasih Tanpa Perbuatan = Tidak Mengasihi

***
Kata-kata tentang cinta sungguh indah di telinga..
Kalimat penuh romantisme  pun begitu enak di dengar..
Buaian sayang membuat perasaan menjadi terbelanga..
Dan puisi kasih membuat wajah bersinar-sinar..

Ohhh,,,memang indah semua perkataan itu...
Begitu indah di telinga, manis di lidah, nyaman di hati...
Semua suka perkataan itu..

***

Tapi TANPA perbuatan, semua kata-kata itu menjadi sia-sia..

Menjadi hambar, tak berarti...

Kasih tanpa perbuatan sia-sia. Tidak ada maknanya.

Percuma semua ucapan itu, jika tidak ada bukti nyata, jika tidak ada tindakan riil.

Pepatah berkata :
"Kamu mungkin memberi tanpa mengasihi, tetapi kamu tidak mungkin mengasihi tanpa memberi"

Ya. Tidak mungkin mengasihi tanpa memberi. Tidak mungkin mengasihi tanpa berbuat apa-apa.

Ujilah dirimu. Apakah kasih itu hanya ada di mulutmu?
Apakah kamu melakukan sesuatu untuk orang yang kamu bilang kamu kasihi itu?

Jika tidak, berarti kamu tidak mengasihinya.

Jika kamu berkata kamu mengasihi tapi tidak melakukan apapun,
berarti kamu BERBOHONG, berarti kamu tidak mengasihinya.

Jangan hanya menjadi orang yang berkata banyak tentang kasih,
tapi jadilah orang yang berbuat lebih banyak untuk menyatakan kasih itu.


Jumat, 21 September 2012

Air Mata

Saat ini gw ingin membahas tentang air mata. Maybe you ask, why?
Yaaa,, karena beberapa waktu yang lalu air mata menjadi sangat akrab dengan gw. Makanya gw penasaran tentang air mata itu kek gimana.

Sebelum memulai fakta-fakta mengenai air mata yang gw search di mbah google kesayangan, i'd like to start with this story of a man, testimony about his life, a man without tears.


Kalo mau langsung tentang kisah hidupnya, langsung liat videonya mulai dari menit ke-30 aja yaaa..Ini sangat recommended ditonton ya kesaksiannya. Dia menderita penyakit langka namanya Steven Johnson syndrome, dan gimana Tuhan pulihkan dia. Satu yang masih tersisa dari efek sakitnya dulu yaitu kelenjar air matanya belum berfungsi, sedangkan yang lainnya (kulitnya yang gosong, organ dalam yang rusak, dan dulu dibilang ga bisa punya anak lagi) udah sembuh. Dokter memvonis kalo dia 3 minggu lagi meninggal, tpi secara ajaib Tuhan kasih kesembuhan. Untuk kelenjar air matanya yang rusak, Tuhan mengajari dia untuk bukan melihat dengan mata tetapi dengan iman, karena dulu dia melihat dengan mata. Sampai Tuhan nanti sembuhkan sesuai kehendak-Nya. Makanya ini wajib bgt ditonton ya, mulai menit ke-30 terutama sampe akhir.

Nah, sekarang gw mau bahas hal-hal yang terjadi di Pa Samuel Irawan ini karena beliau ga punya air mata.

  • Pak Samuel ini kelenjar air matanya udah rusak, ga bisa nangis. Kalo mau nangis justru sakit dan perih. Kelenjar air mata di atas dan di bawah di kedua matanya rasanya kek diperes gtu kalo mau nangis. Jadi kalo mau nangis malah sakit. Beliau bilang, dia punya alasan lebih stres dibanding yang lain, karena salah satu kegunaan air mata bikin perasaan plong. Kalo ada masalah, dia ga bisa nangis, yang ada kalo mau nangis malah tambah sakit. Dia bisa menghadapi semua, ga stres, ga depresi, hanya karena Tuhan. Dia juga bilang, sekarang air mata yang berharga jangan dipakai untuk nangisin hal-hal yang ga penting, mending nangis buat jiwa2.
  • Kalo matanya udah keburu kering, matanya ga bisa bergerak ke kanan ke kiri. Kalo dia paksain malah luka dan penyembuhannya harus 2 hari.
  • Dia harus cabut bulu mata sekitar 5 bulan sekali *yang mana cabut bulu mata sakitnya sampe ke ubun2 katanya* supaya bulu matanya ga melukai kornea mata
  • Untuk melumasi matanya, dia membeli air mata buatan yang bisa dibeli di Amerika, dia menghabiskan 3 juta per bulan untuk membeli air matanya. Praise the Lord-nya, selama ini dia ga pernah beli sendiri loh, tapi Tuhan yang menyediakan bagi dia.
  • Kalo dia tutup matanya lebih dari 20 menit, dia ga bisa buka mata langsung. Otot matanya ga kuat untuk buka kelopak matanya. Jadi dia harus buka kelopak matanya dengan bantuan tangannya, dan ga boleh cepet2, kalo cepet2 nanti bisa luka matanya.
  • Kalo baru bangun tidur dia juga ga bisa buka mata langsung, tapi harus netesin matanya berkali2 dengan air mata buatan itu sampe baru bisa buka mata.
  • Dia harus tetesin air mata buatan itu setiap 10-15 menit sekali, kalo liat komputer terus bisa lebih cepet lagi.
  • Penglihatan dia juga berkurang, kornea mata keruh. Kalo udah lam aga ditetesin bener2 kek orang buta. Dulu dia divonis bakal buta selamanya, tapi Tuhan yang ajaib berkata lain.
Dari kesaksian itu, tentang air mata dan tentang kisah kesembuhannya dari Steven Johnson Syndrome itu (makanya ayo tonton videonya), gw belajar banyak hal. Tapi karena topik kali ini tentang air mata, gw akan membatasi ruang lingkup pembahasan (macem di TA aja, bab 1 nih) tentang air mata aja. Jadi, dari kesaksiannya, gw nangkep yang namanya air mata itu sangat sangaaaaaaaat berharga. Gw tersadar betapa kerennya Tuhan ciptain air mata. Dan belajar untuk mengeluarkan air mata untuk hal-hal yang lebih bermakna aja.

Gambar 1. Air Mata
gw kasih caption biar kek TA (Tugas Akhir)

Sekarang gw mau bagiin fakta-fakta tentang air mata, berikut kisahnya :

1. Membantu penglihatan
Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.

2. Membunuh bakteri
Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.

3. Meningkatkan mood
Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.

4. Mengeluarkan racun
Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun.
Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata.

5. Mengurangi stres
Bagaimana menangis bisa mengurangi stres ? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin.
Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.

6. Membangun komunitas
Selain baik untuk kesehatan fisik, menangis juga bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya di depan teman-temannya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi.

7. Melegakan perasaan
Semua orang rasanya merasa demikian. Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega.
Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega. Keluarkanlah masalah di pikiranmu lewat menangis, jangan dipendam karena Anda bisa menangis meledak-ledak.


Jenis-jenis air mata
Selain air mata pada umumnya, ada jenis lain dari air mata yang keluar, diantaranya adalah :
1. Air mata kristal (harus diuji lagi kebenarannya)
Gambar 2. Air Mata Kristal

Gambar 3. Air Mata Berlian

2. Air mata darah
Gambar 4. Air Mata Darah


Terus pas gw cari lagi di google ada arikel yang bilang gini :

73% perempuan menagis karena laki-laki. 6% perempuan tidak menangis saat mengalami tekanan syaraf. 74% perempuan mengeluarkan air mata yang cukup deras saat menangis dan 85% merasa lega setelah menangis.


Café kesedihan di China bagian timur ramai didatangi pengunjung yang ingin menumpahkan kesedihannya meski ditarif mahal perjam (50 yuan / US$ 6). Di café itu disediakan bawang, cabe merah, sapu tangan dan music melankolis untuk membantu pengunjung mencurahkan air matanya.
Bayi ternyata sudah menangis semenjak berada di dalam rahim.

Hadeuh, ternyata kebanyakan cewe nangis karena cowo, ayo cewe2 bangkit, mendingan nangis buat jiwa2. Yang cowo jangan buat yang cewe nangis ya. Terus sedih banget ternyata ada cafe macam begituan. Mending dateng ke Tuhan Yesus aja, dia sumber jawaban atas segala persoalan.

O ya, gw juga sering denger orang bilang kalo cowo nangis itu kek banci, ga gentle, ga jantan, ga macho. Dan banyak cowo yang berpikir kaya gtu, malu kalo nangis, dia merasa kalo dia kek cewe kalo nangis, dan nganggep cowo lain yang kalo nangis kek banci juga. Bagi gw sendiri, cowo yang nangis itu bukan berarti dia ga macho. Justru kalo gw liat cowo bisa nangis karena jiwa2, dia malah keliatan cool man. Saat cowo dijamah Tuhan, mengalami Tuhan, dan menangis, its good. Justru aga sedikit ngeri buat gw kalo ada cowo yang ga pernah nangis. Apa yah yang ada dihatinya? Ya asal jangan segala sesuatu ditangisin juga. O ya menurut gw juga ke-gentle-an seorang cowo itu diliat dari perbuatannya sehari2. Lebih gentle cowo melakukan hal yang benar, yang baik, dan misal nangis sekali,  dibanding cowo yang ga melakukan apa2, ga melakukan hal yang bermakna meskipun ga pernah nangis.

Intinya : air mata sangat berharga, harus bersyukur punya air mata, dan gunakan air mata untuk menangisi hal-hal yang lebih bermakna. 


Sumber :