Selasa, 08 Januari 2013

Hal Mengampuni : Rp. 3 Triliun vs. Rp. 5 Juta


Untuk memulai tulisan ini, mari kita baca dulu Matius 18 : 21-35. Ini adalah bacaan saat teduh aku hampir 2 minggu yang lalu. Aku udah sering baca ayat ini, tapi di saat teduh kemarin aku diingatkan lagi sesuatu yang baru dan ini mengena banget di hati.

Mat 18:21  Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
Mat 18:22  Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
Mat 18:23  Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
Mat 18:24  Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
Mat 18:25  Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
Mat 18:26  Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
Mat 18:27  Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
Mat 18:28  Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
Mat 18:29  Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
Mat 18:30  Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
Mat 18:31  Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
Mat 18:32  Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
Mat 18:33  Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Mat 18:34  Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
Mat 18:35
  Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

Jadi begini, waktu sate (baca : saat teduh) aku kek digerakin gitu untuk ngitung-ngitung. Begini perhitungannya :

Hamba pertama yang disebut memiliki hutang pada raja, sebut saja hamba A, berhutang sebesar 10.000 talenta.

Hamba kedua yang disebut memiliki hutang pada hamba pertama, sebut saja hamba B, berhutang sebesar 100 dinar.

1 talenta = 6000 dinar (sumber : kamus Alkitab)

Hutang hamba A = 10.000 talenta = 10.000 x 6.000 dinar = 60.000.000 dinar
Kalo kita liat angka 100 sama 60.000.000 itu aja udah jauh banget yahhh. Kalo kita punya utang 60 juta sama 100 perak itu perbandingannya jauh banget. Tapi itu masih dalam satuan dinar sodara. Gimana kalo dalam rupiah?
1 dinar = upah pekerja harian dalam satu hari.

Berapa upah pekerja dalam satu hari? Biar lebih gampang dan baku , aku pakai UMR (Upah Minimium Regional). Di Sumedang UMR itu 1,4 juta lebih, hampir 1,5 juta. Kalo di Bandung ato Jakarta bisa lebih gede, ato bisa lebih kecil juga kalo di kota-kota lain. Kali ini aku pake 1,5 juta.
Gaji per hari = Gaji per Bulan : Jumlah Hari = Rp. 1.500.000 : 30 =Rp. 50.000/hari
Perhitungan itu emang ga presisi, cuma aku ingin menunjukkan perbandingan kurang lebihnya dalam rupiah untuk melihat perbandingan jelasnya. Oke kita hitung lagi.

Hutang A = 60.000.000 dinar = 60.000.000 x Rp. 50.000 = Rp. 3.000.000.000.000 = Rp. 3 Triliun
Hutang B = 100 dinar = 100 x Rp. 50.000 = Rp. 5.000.000 = Rp. 5 Juta
WOW..jauh banget kan 3 T sama 5 juta rupiah. Perbedaan hutangnya jauh besar.
Hutang hamba A : hutang hamba B = 3 T : 5 Juta = 600.000 : 1
WOWWW 600.000 kali lipat cuyyyyyy.. Can you feel something? Do you understand something?

Hamba A yang hutang sama raja itu punya utang 3 Triliun nih, sedang hamba B cuma punya utang 5 juta ke hamba A. Hamba A ga bisa ngelunasin.  Coba bayangin gimana sikap hamba A itu dengan kondisi dia, istri dan anaknya mau dijual untuk gantiin utang itu? Pastinya A bersujud, memohon, memelas, suaranya bergetar, dan mungkin ada air mata yang keluar. Dan dia memohon raja untuk bersabar dan dia berjanji akan melunasinya. Raja itu berbelas kasihan, membebaskannya, dan menghapus hutangnya.

My friends, saya tau kalo kita itu sangat berharga dan kita itu sangat mahal sampe ga terbeli, tapi memang ada yang namanya jual beli manusia sampe sekarang di bumi ini. Mulai dari anak-anak sampe dewasa. Saya yakin, meskipun si hamba A, istri, dan anaknya dijual mungkin ga akan  nyampe 3 Triliun. Raja itu tau A ga bisa melunasi hutangnya walau ia dan keluarganya dijual saking besarnya utangnya dan untuk hamba A melunasi mungkin butuh waktu yang sangat lama. Kalo hamba itu adalah pekerja harian dengan upah Rp. 50.000, maka dia membutuhkan 60.000.000 hari , yaitu kira-kira 164384 tahun......GA AKAN LUNAS LUNAS DONG..Dia aja paling lama mungkin hidup 100 tahun kalo panjang umur. Kalo mau cepet lunas mungkin dia harus pekerjaan yang luar biasa gede gaji/keuntungannya...Di cerita itu emang kaga ada disebutkan pekerjaan hamba A. Tapi yang gw tau, meskipun artis hollywood yang tajir banget dengan gaji gede, untuk ngumpulin uang triliunan itu butuh waktu yang lama.  Rumah mereka ato mobil mereka nyampe puluhan M, tapi sampe 3000 M keknya jarang, susah, n lama ngumpulinnya. Untungnya rajanya baik, berbelas kasihan, membebaskan, dan menghapus hutang hamba A.

Sekarang hamba B utang 5 juta ke hamba A. Lihat deh sikap hamba A ke hamba B. Mulai dari ketemu, hamba A udah nangkep dan cekik hamba B itu, ngomongnya juga kasar. Coba bayangkan kejadiannya!! Hamba B bersujud, memohon, dan meminta hamba A untuk bersabar dan dia berjanji akan melunasinya. Untuk melunasi utang 5 juta jauh lebih lebih feasible dibanding lunasin utang 3 Triliun. Dengan hamba B bekerja beberapa waktu, misal dia adalah pekerja harian dengan gaji Rp. 50.000, dia bisa lunasin utangnya mungkin dalam waktu 4-5 bulan aja. Tapi hamba A tidak berbelas kasihan. Dia memasukkan hamba B ke penjara.

Kenapa A ga punya belas kasihan? Dia baru aja *baru banget ini kan dicerita dibilang dia baru bener2 keluar dari tempat raja* menerima belas kasihan. Hamba A baru aja dilunasin utangnya yang ga mungkin  dia lunasin. Mungkin kita bisa bilang :
“Parah banget sih hamba A itu. Ga tau diri. Ga tau terima kasih. Ga tau malu. PARAH!!! GILAKK!!”
Bayangkan kalo kamu jadi rajanya!! Gimana perasaanmu? Kalo saya bakal marah besar dan akan menghukum  dia jauh jauh lebih berattt..ESMOSI banget liat orang kek gitu.

Tapi kawan, pernah ga kita berpikir, kalo seringkali kita ini menjadi sama kek hamba A itu?? Semua dosa kita yang sangat banyak dan tak bisa kita bayar itu, udah dilunasi oleh darah Kristus Yesus.  Sampai seumur hidup kita pun kita ga bisa mengganti/membayar dosa itu, baik oleh kelakuan baik kita atau kerajinan kita beribadah. Itu semua ga bisa melunasi hutang kita. Tapi karena Allah begitu baik, penuh kasih, penuh belas kasihan, Dia menghapus semua dosa kita. Dia melunasinya. Ya karena hanya Dia saja yang bisa melunasinya, sedangkan kita ga akan pernah bisa ngelunasinnya.

Lalu bagaimana jika ada hamba lain yang berhutang sama kita? Bagaimana kalo ada orang lain yang bersalah dan menyakiti kita? Apakah kita mau bersikap kek hamba A yang jahat itu? Ato membebaskan dan mengampuni orang yang bersalah pada kita? Kesalahan orang lain ke kita ga akan jauh lebih besar daripada kesalahan kita ke Tuhan. Ya karena semua orang telah berbuat dosa dan orang lain tidak kita ciptakan, tapi Tuhan yang nyiptain.

Aku tau hal mengampuni bukanlah hal yang mudah. Ya memang tidak mudah. Sulit bahkan. Tapi sulit bukan berarti ga mungkin. Gimana caranya bisa mengampuni orang lain? Ya dengan mengalami kasih Kristus. Saat kita mengerti betapa tidak layaknya kita, betapa berdosanya kita, betapa kita ga bisa membayarnya dengan perbuatan kita. Saat kita mengerti betapa Dia begitu baik mau mengampuni kita. Saat kita mengerti betapa besarnya dosa kita yang sudah Dia lunas bayar. Saat kita mengerti bahwa kita sudah diampuni sangat sangat banyak. Sehingga saat ada orang yang sekalipun begitu menyakiti kita, kita tetep bisa mengampuni dia karena kita tau kita aja udah diampuni dari dosa dan kesalahan yang jauh lebih besar daripada kesalahan yang dia lakukan ke kita.

Dari bacaan ini, aku diingatkan kalo emang udah seharusnyalah kita mengampuni orang yang salah ke kita. Ga ada haknya kita untuk tidak mengampuni. Dan liat lagi di cerita di Matius itu, apa yang terjadi sama hamba A saat dia ga mengampuni hamba B?

Okey, mungkin orang yang menyakiti kita memang bersalah, tapi kita juga punya salah. Sudah sewajarnya kita mengampuni karena kita sudah diampuni lebih banyak lagi. Tidak ada alasan untuk tidak mengampuni. Kalo kita MAU, Dia yang akan membuat kita MAMPU. Mampu untuk mengampuni dan mengasihi orang yang menyakiti kita.

Liat lagi Matius 18:21-22. Tuhan mau kita mengampuni tujuh puluh kali tujuh kali. Angka 7 adalah angka sempurna. Artinya Tuhan bilang kalo kita harus terus mengampuni. Bukan hanya 7 kali atopun 490 kali, tapi terus menerus, ga berhenti. Meskipun orang itu melakukan kesalahan lagi, bahkan kesalahan yang sama sekalipun kita harus tetap mengampuni. Tuhanlah yang memampukan kita mengampuni.
Saat kita mendendam, kita sendiri juga sebenernya yang rugi. Kita ga bisa tenang, kita sendiri yang sakit, dan dendam itu bisa menghancurkan diri kita juga. Makanya, mari lepaskanlah pengampunan!!
Mari panjatkan doa ini kawan-kawan!!

DOA :
Tuhan, kami tau kami adalah orang yang tidak layak dan penuh dosa.
Kami tau, seberapa baik kami dan seberapa rajin kami beribadah ga bisa menghapus dosa kami.
Tapi kami mengucap syukur, Engkau sendiri yang melunasi, membayar, dan menghapus semua dosa dan kesalahan kami melalui darahMu yang tercurah di atas kayu salib.
Tuhan, ajari kami untuk mengampuni orang yang juga bersalah kepada kami.
Jujur Tuhan, ini terkadang sulit, bahkan terlalu sulit, jika mengingat bagaimana mereka menyakiti kami. Tapi kami tau Tuhan, seperti Engkau mengampuni kami, begitu juga kami harus mengampuni mereka.
Tuhan kami mau mengampuni orang yang menyakiti kami. Penuhi hati kami dengan kasihMu yang melimpah Bapa. Kami mau mengasihi mereka. Kami memilih untuk melupakan kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat-ingatnya.
Terima kasih Bapa, kami mampu mengampuni mereka karena Engkau terlebih dahulu mengampuni kami. Kami mampu mengasihi mereka karena Engkau terlebih dahulu mengasihi kami.
Engkaulah yang layak dipuji dan disembah. Kami mengucap syukur. Di dalam nama Yesus kami berdoa. AMIN

Jumat, 21 Desember 2012

Remember His Goodness!!! (Part 2)

Kali ini aku mau menceritakan kebaikan Tuhan yang spesifik aku alami dalam hidup aku. Hari-hari terakhir rasanya aku memang sulit mengucap syukur dan cenderung mengatakan hal-hal yang kurang baik, kurang beriman, dan kurang kuranglah pokonya. Makanya aku teringat waktu itu pas pernah dibagiin pas kotbah siapa gitu sama ada ayatnya juga tentang 'mengingat kebaikan Tuhan'. Kalo kita udah rada susah mengucap syukur, ingat lagi kebaikanNya. Saat masa sulit ingat lagi apa yang Dia pernah lakukan dalam hidup kita. Dia Allah yang sama, dahulu sekarang sampai selamanya.

Nah, aku mengajak kalian buat daftar pribadi kebaikan Tuhan yang kamu alami. Saat kalian baca lagi, kalian selalu punya alasan untuk bersyukur. Oke ini adalah beberapa kebaikan Tuhan  yang aku alami secara pribadi.

1. He saves my life

Ya, Dia menyelamatkan aku. Pertama, saat aku menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Dia menyelamatkan aku dari kegelapan dan membawa aku ke dalam terang. Dia menyelamatkan aku dari kutuk dosa, kebiasaan dosa, kebiasaan buruk, hati yang tidak mengampuni. Dia memberi kemenangan atas setiap pemerintahan dosa, kebiasaan buruk, dan Dia yang memampukan aku untuk mengampuni.

Kedua, entah mengapa waktu aku masih kecil aku sempet ingin bunuh diri. Ga banyak yang tau. Mungkin ortu aku pun belum tau. Aku ingat waktu itu aku belum sekolah, aku mencoba beberapa kali ke dapur, memegang pisau, dan sudah menaruhnya di atas pergelangan tangan. Aku juga bingung sampe sekarang kenapa dulu pernah punya niatan kek gitu. Apa karena waktu itu aku nonton tv yang adegan bunuh diri dengan potong urat nadi tangan. Ato apakah aku baru berantem dengan mama. Aku pun tak tahu. Seingatku aku beberapa kali dalam posisi seperti itu, hendak memotong nadi tangan. Tapi aku takut. Puji Tuhan. Sampe beberapa kali aku coba, tapi ga jadi. Praise the Lord. Ya itulah pekerjaan jahat si iblis, membunuh merusak dan membinasakan. Puji Tuhan, He saves me. Aku bersyukur karena aku cukup takut di waktu itu, kalo enggaaa. You knowlahhhh.

Ketiga, waktu itu aku baru balik dari kebaktian Sion Raya. Pas nyebrang mau ke kanayakan, tiba-tiba ada angkot Riung-Dago yang hampir nabrak/nyerempet aku. Puji Tuhan, waktu itu entah siapa, antara Ka Lidya ato Alin narik aku, jadi aku ga keserempet. Itu angkot ga tau kenapa tiba2 cepet bgt karena aku biasa nyebrang dengan aman. Puji Tuhan aku ga keserempet. Thanks God.

2. Bisa jawab pertanyaan saat lomba Hukum dan Perbankan di Unisba

Jadi waktu aku kelas 3 SMA *kalo ga salah*, aku ikutan lomba hukum dan perbankan se-Bandung Raya yang diadain sama Unisba. Itu lomba kek cerdas cermat gitu, satu tim 3 orang. Waktu itu wakil dari sekolah adalah Besse (Manajemen Unpad 08 sekarang), Rianti (Matematika UIN 08 sekarang n udah lulus), dan aku (TI ITB 08 skrang).

Kami udah bagi2 tugas waktu itu. Aku lupa sih pembagiannya gimana. Itu kan ada hukum dan perbankannya. Kalo ga salah kami bagi yang harus dipelajari untuk setiap tingkat, misal aku belajar semua Kewarganegaraan kelas 1, temenku Besse kelas 2, Rianti yang kelas 3 (misal). Aku lupa jugalah kita ada bagi yang lain juga selain itu, ada harus hafalin semua pasal UUD juga, dan ada yang harus belajar buat Perbankannya juga.

Nah, waktu itu aku juga lupa gimana, untuk bagian yang perbankan itu bukan bagian aku sebenernya kalo ga salah. Tapi ga tau kenapa aku tergerak untuk baca bacaan tentang perbankan itu dari temenku. Ya aku baca aja beberapa saat, screening gitulah. Kalo kalian baca yang begituan, itu tuh hampir semuanya harus dihafal. Aku juga gada waktulah hafalin semua, bahkan aku ga ngapalin cuma baca aja. Baca sekilas.

Scene
*situasi : tahap semifinal ada 4 tim yang bertanding. 2 tim dengan skor tertinggi baru bisa masuk final. Waktu itu pertanyaan semifinal sudah hampir habis, tinggal sisa 2 pertanyaan. Skor SMA Pribadi ada di urutan ketiga saat itu. Kalo ga bisa jawab ga nambah poin. Kalo duluan  tim lain, maka skor SMAku semakin jauh n ga masuk final dong. Kalo jawab salah dikurangi poin, skornya ga bisa masuk 2 tim dengan skor terbesar dong.

*Suasana : degdegan, mencekam *lebayyyy

*Juri mulai membacakan sebuah soal. Jenis soal bisa beda-beda, terkadang isian, terkadang pilihan ganda, terkadang benar atau salah.

*Suasana semakin mencekam

*Juri pun berbicara : "Bank blabla *lupa apaan* terdiri dari blibli, bloblo, dan blublu.......

*Sebelum juri membaca lanjutan soalnya entah mengapa, aku langsung pencet tombol dengan semangat dan jawaban yang yakin dan spontan itu aku langsung bilang "SALAH!"

*Dan juri pun bilang "BENAR, TIM ANDA MENDAPATKAN ....*lupa lagi* POIN.

*Posisi skor SMA Pribadi menjadi di urutan kedua. Ada harapan nih masuk final.

*Juri  membacakan pertanyaan terakhir. Tapi tidak ada satu tim pun yang bisa jawab. Jadi di posisi akhir SMA Pribadi ada di posisi ke dua dan berhak masuk final. YEYYYYYY

*Cerita dibalik layar : Aku belum tau pertanyaan dari soal itu. Soalnya ada juga beberapa kali tim yang langsung jawab tapi yang ditanyain bukan yang mereka maksud. Saat aku jawab aku ambil risiko bisa nilai tim dikurangi kalo salah. Waktu itu juga aku bukan jubir(juru bicara)nya, tapi memang itu udah soal rebutan jadi yang bukan jubir boleh jawab. Kalian tau? Kan tadi aku bilang aku sempet screening doang yang materi tentang bank itu. Itu materinya beberapa lembar, dan aku ga hafalin. Cuma aku teringat aja kalo Bank blabla itu cuma terdiri dari dua, misal blibli dan bloblo aja. Bahkan aku pun ga tau apa jawaban sebenernya 2 itu, tapi yang aku inget cuma dua aja. Tapi pas di soal dibilang bank blabla terdiri dari blibli, bloblo, dan blublu. Aku tau itu salah. Karena bukan 3 tapi 2. Pas aku bilang "SALAH" dan itu jawaban yang bener.

*Lanjutan cerita : Tim kami masuk final, kami berhasil dapat juara 2 Lomba Hukum dan Perbankan SeBandung Raya. Kami dapat piala. Kami dapat hadiah beberapa nominal uang. Uang yang didapat bahkan aku bisa pakai untuk beli kacamata baru dan MP4. Aku, Besse, Rianti juga menyisihkan beberapa uang untuk beliin beng2 dan chocholatos buat masing-masing orang yang tinggal di asrama putri, kami juga membeli hadiah untuk guru Kewarganegaraan kami tersayang sebagai ucapan terimakasih udah bimbing kami dan waktu itu ibunya udah mau melahirkan.

Ini mungkin bukan hal yang besar yang gimana2 gitu. Tapi aku selalu inget kejadian ini. Kenapa cerita ini membekas di hati aku??

  • materi tentang bank itu bukan bagian aku sebenernya, tapi kek digerakkin, ya iseng juga sebenernya untuk belajar tentang perbankannya
  • dengan waktu yang minim, materi yang banyak aku cuma screening
  • dari semua yang aku screening bisa aja kan aku lupa
  • pertanyaan yang keluar bisa apa aja dari semua bahan itu
  • yang keluar justru yang aku inget itu, bahkan aku ga inget apa itu blublu blibli bloblo ato apa kek, yang jelas aku inget cuma 2 bukan 3
  • dengan jawaban itu mengantarkan tim kami masuk final dan dapet juara 2. Akhirnya aku bisa menyumbang piala. Dari SD sampe SMA sering banget ikut lomba sana-sini, tapi ga pernah menang yang gimana2, jadi belum pernah bener2 sumbang piala untuk sekolah. 
  • (FYI, aku pernah menang juara nyanyi se-RW di perumahan aku juara 3 pas aku 5/6 SD kalo ga salah. Itu aja yang menang. Aku lumayan sering ikut lomba, tapi seringnya gini, misal aku juara 2 nya dan yang diambil cuma juara 1, jadi ya ga lanjut tahap berikutnya gitu.) Dengan gw masuk final, itu untuk pertama kali in my life ngehasilin piala. Sedih baru sekarang, tapi tetep bersyukur.
  • Karena dapat juara 2 ini, aku bisa masuk TV, TV Bandung sih. Ya lumayanlah bisa masuk TV. Walau aku juga ga nonton, guru kimia aku liat cenah di TV. Aku Riani Besse juga gada yang liat.
Ya intinya, aku tau itu kasih karunia Tuhan. Momen itu ajaib sih bagi aku. Kek wow gitu. Thank you Lord.

3. Dapet beasiswa di SMA Pribadi Advanced School Bandung, Indonesian-Turkey School

Ceritanya dimulai saat waktu itu guru matematika aku nyuruh aku dan temen aku Ira jadi wakil dari kelas 3B. Jadi waktu itu bakal ada suatu kompetisi Matematika Se-Indonesia oleh PASIAD untuk tingkat SMP dan SD. Nah, sekolah aku cuma mau kirim 5 anak dari SMP aku. Untuk milih 5 anak itu, diadakanlah seleksi internal sekolah. Perwakilan 2 anak dari tiap kelas, waktu itu dari kelas A sampai G, harus ikut suatu tes. 5 anak dengan nilai tertinggi menjadi perwakilan sekolah.

Singkat cerita aku masuk 5 besar itu. Lalu ikut tes tahap pertama PASIAD itu. Seinget aku dulu aku tesnya di SMPN 2 Sumedang gedung baru. Setelah beberapa waktu lalu, keluarlah pengumuman untuk berapa besar gitu. Kalo ga salah dari kami berlima, hanya 3 orang saja yang lolos ke tahap berikutnya. Terus kami sempet beberapa kali diajarin khusus sama guru matematika dan latian soal. Soalnya waktu itu susah banget boooooo, keknya diantara kompetisi matematika PASIAD itu, di jaman akulah yang soalnya paling susah. Mungkin karena baru pertama, dan ada essaynya juga. Kalo kompetisi yang tahun-tahun berikutnya, udah gada essay dan kata temen2 aku juga lebih gampang. Tapi ya susahnya berarti saingannya lebih banyak kali ya. Ga tau juga deng.

Singkat cerita lagi, di tahap akhir aku masuk 5 besar se-Sumedang. Aku ada di posisi ke-4 sodara se-Sumedang. Tapi kalo untuk tingkat Indonesianya gw cuma masuk ke 200 something. PASIAD udah pasti nawarin beasiswa ke 100 orang tertinggi se-Indo itu, sedang gw kan 200 something. Nah, waktu itu ada juga istilahnya perwakilan dari tiap kota kali ya. Jadi walau bukan 100 besar masih bisa asal dia dapet nilai gede di kotanya.

Aku kan terbesar 4 di sumedang. Sumedang dapat jatah 2 orang aja. Kalo yang terbesar 1 dan 2 itu mau masuk SMA Pribadi, ya berarti yang terbesar 3,4,5 ga bisa masuk. Entah mengapa si juara 2 dan 3 ga mau masuk SMA Pribadi *gw juga tadinya aga ragu, karena udah dapet kelas akselerasi di SMAN 1 Sumedang*, Nah, pas akhirnya gw  bisa masuklah SMA Pribadi. Kalo juara 2 dan 3 itu mau, ya gw ga bisa masuk SMA ini n dapet beasiswa.

Hal ini membekas karena :
  • as I said before, gw jarang banget lolos gimana2 kalo ikut lomba, eh kali ini lolos dan  bisa dapet beasiswa lagi
  • gw tau ini semua karena Tuhan, gw tau saat gw masuk SMA Pribadi itu adalah rancanganNya
  • waktu gw SMP itu kondisi gw sama mama gw lagi ga baik. Mungkin kalo waktu itu gw terus di rumah gw bakal berantem terus dan hati gw jadi ga beres. Puji Tuhan, Tuhan bawa gw keluar dari rumah dan menyembuhkan hati gw dan membuat gw bisa mengasihi. *ini ga mesti keluar rumah ya, tapi ya cara Tuhan ke gw sih kek gitu, jadi jangan disamain sama temen2*
  • gw bersyukur bisa masuk SMA Pribadi. Biaya sekolah di pribadi itu mahal. Jauh lebih mahal dibanding kuliah di ITB. Pas jaman gw uang masuk aja 24 juta, uang sekolah per bulan 1,5 juta kalo ga salah, uang buku per smester juga jutaan, uang seragam, uang tinggal di asrama dan makan siang udah sejuta berapa gitu. Mahal lah ya, gw juga ga tau sih detailnya gimana. Gw tau kalo tanpa beasiswa, gw mah ga bisa sekolah di tempat kek gitu. Tapi kalo Tuhan yang berkehendak mah, apa sih yang ga mungkin.
  • Gw bersyukur sekolah di SMA Pribadi, ya terlepas dari kekurangan *gada sekolah yang sempurna*, gw mendapatkan banyak hal yang luar biasa di sekolah ini. Gw dapetin guru2 yang luar biasa, ada yang dari Turki, dari Turkmenistan, dari Filipine, ada yang dulunya itu menang olim internasional, ada yang Toeflnya lebih dari 660 *kalo ga salah*, guru2 yang luar biasa. Ada yang guru aku itu yang kerja di PBB. Dapet guru2 orang Indo yang baik2 juga. Luar biasa. Dapet temen2 yang luar biasa : juara olim internasional, nasional, ikut kompetisi yang di Turki, ada yang menang lomba bikin short movie gitu, yang bahasa inggrisnya jago bgt, temen2 dari Makassar *pengen deh gw bisa bahasa sono*, ada kaka kelas dari Jambi *huruf a di belakang jadi o*. Buku2 berkualitas dengan text bahasa inggris. 
  • Kehidupan asrama dengan suka dukanya yang selalu ngangenin. Bis sekolah dengan sejuta pembicaraan di dalamnya, rumah UAN, lapangan basket kita yang mini, kalo olahraga ke Taman Lansia ato ke Saraga *FYI, SMA Pribadi udah gede sekarang, udah pindah ke Jl. Suci, bukan yang depan taman flexi lagi*. Bisa ikutan olimpiade di sekolah ini dan jadi langsung tingkat Bandung. Sering outing program : rafting, acara di lembang (flying fox, pin ball, wall climbing, dll), ke dufan. Sering Rehberlik (kek konseling gitu) yang penuh dengan makanan dan minuman enak. Pa Umar, petugas fotokopi yang baik hati yang suka ngumpulin kertas-kertas sisa gitu untuk dijadiin kertas oret-oretan kita kalo ngitung matematika ato fisika ato kimia. Bisa makan siang di sekolah. Bisa ikut karantina ke Semarang 3x kali ga salah. Jalan2 : ke borobudur, simpang 5, lawang sewu, mesjid di Demak. Acara buka puasa yang selalu mengasikkan. Gw jadi terbiasa dengan bule. Haha. Maklum gw dari deso. Dll.--> GW NANTI MAU BIKIN ARTIKEL KHUSUS BAHAS MASA SMA DEH...KANGEN..HUHU..
  • Dengan sekolah di Pribadi, impian masuk ITB itu jadi semakin seperti terbuka
  • Dll lah yaaaa

Masih banyak sih yang lain, nanti deh kalo niat gw bikin PART 3 nya. Ini yang paling membekas dan langsung teringat saat mau nulis.

Finally, it's only by His grace. It's because His goodness in my life. Kalo dengan kekuatan gw mah, mana mungkin gw bisa kek gitu. Itu semua anugerah Tuhan. Makasii Tuhan Yesus. Kalo kamu gimana? Ayooo buat list kebaikan Tuhan yang spesifik kamu alami.

Rabu, 19 Desember 2012

Remember His Goodness!!! (Part 1)

when troubles come and you don't have any idea about how to fix those..
when condition is getting worse and you don't know how to solve that..
when everything seems darker and you don't know how to turn on the light..
come to Jesus!

when you can't give thanks to God because you only feel sadness and loneliness..
when you can't be thankful to Him because you see everything is not working..
when you can't say thank you to Him because you have big problem in your life..
come to Jesus!
praise Him!
worship Him!
and
REMEMBER HIS GOODNESS!

remember what He has done to you!
remember what He has given to you!

actually, 
when you remember His goodness,
you make your eyes don't focus on your problems anymore

when you remember His goodness,
you make your eyes focus on Jesus again, Almighty God,
who is much much greater than your problems
who is much much stronger than anyone or anything
who can solve the problems and the mountains
who can fix bad things become good things
who can turn on the light to shine your life
who can cast sadness and loneliness out

finally,
what you can do is be thankful
what you can do is say "thank you Father"
what you can do is give thanks
what you can do is loving Him again and again, more and more..

Minggu, 16 Desember 2012

H.E.R.O.

banyak artis pengen ngetop
dengan bikin banyak sensasi
minggu pagi buka laptop
niat hati ngerjain skripsi

burung perkutut berkicau
sedang sombong pamerin bulu
pikiran kini jadi kacau
ya udah deh nulis dulu

Hahahahha...maaf kalo puisinya aga anehhh...itu juga udah beberapa kali ganti coba bikin...SUSAHH...Mungkin karna sudah tua. Perasaan waktu kecil gampang deh bikin pantun, bahkan dulu gw ma temen2 gw mainannya balas2an pantun. Jadi kek tanding gitu, kalo ga bisa bales pantun balik, maka dia kalah.

Yah yoweslah. Seperti pantun yg tadi udah gw bilang. Yaaaa...sodaraaa...again and againnn,,saat udah mau ngerjain TA, suka banyak pertentangan di dalam hati, tapi kalo emang udah ngerjain suka lancar. Tapi kalo memulai lagi suka gimana gitu.

Nah untuk menyemangati gw sendiri *kalian juga* Gw ingin share apa yang dibagiin sama Pa Bob Poster kemaren pas di seminar motivasi untuk anak SMA. Sekalipun gw bukan mau masuk kampus lagi, tapi gw juga berasa di charge lagi kemaren.

Kmaren acara SPRINT (Spiritual Inteligence) yang diadain buat anak2 SMA, khususnya kelas 3 punya yel gitu. Yelnya kek gini :
"Berlariiii, menuju kampus impian, bersama Tuhan"

Terus abang yang masih berjuang TA kek gw bilang kek gini.
 "Kalo kita yelnya gini : Berlariiii, keluar dari kampus impian, bersama Tuhan"

Gw pikir sih itu lucu aja. Yah walau ada sesuatu yang bergejolak di hati. Akhirnya gw pun menjadikan itu yel gw.

OKEH. Gw mau share apa yang kemaren di bilang Pa Bob ditambah dengan pendapat dan pengalaman gw juga.
***

Einstein bilang intinya : better to be the man of value than be the man of success. Sukses aja ga cukup sodara. Tapi kalo kita sukses dengan cara yang ga bener. Ato sukses tapi ga beri kontribusi buat orang lain di sekitar kita, cuma nguntungin diri sendiri, tapi nyusahin orang, itu gada artinya. Mungkin sebagian bilang itu omong kosong. *Tapi gw pribadi sih setuju. Kalo kita cita2nya cuma kaya and thats all, gw rasa itu bukan hal yang tertinggi yang bisa kita lakukan. Tuhan menetapkan itu untuk suatu maksud yang besar. Menurut gw, kesuksesan atau kekayaan itu cuma alat untuk melakukan maksud dan rencana Allah dalam hidup kita untuk memberkati lebih banyak orang lagi. Dan itu hal yang jauh lebih besar daripada cuma sekedar kaya. Daripada sukses tanpa nilai, akan berakhir di penjara.* 

Menjadi student of H.E.R.O. Baik dalam arti langsung, yaitu menjadi pahlawan2 di negeri ini, maupun arti dalam akronimnya. H (Hope), E (Efficacy), R (Recillience), O (Optimism). Mari kita bahas satu per satu.

1. H (HOPE) 

Hopeless means failed.
Kalimat itu bener banget cuyy. Kmaren2 gw denger kotbah ttg mempersembahkan tubuh kita menjadi senjata. Salah satunya adalah hati kita. Ada ayat di amsal bilang. Hati yang gembira adalah obat. Semangat yang patah membuat kekuatan menjadi hilang. Saat kita ga berpengharapan, kekuatan kita hilang dan kita ga bisa lakuin hal yang sebenarnya bisa kita lakukan. Bahkan tanpa pengharapan kita jadi ga bisa ngelakuin apa2.

Hope = motivasi positif dari (1) keinginan untuk berhasil dan (2) keinginan untuk mencapainya (melalui suatu perencanaan).

Gw tertampar dengan yang no (2) itu. Harapan itu bukan cuma ingin berhasil aja. Semua orang juga ingin berhasil kali. Ga ada yang mau gagal. Bagus kalo kita bermimpi dan punya keinginan untuk berhasil. Tetapi yang menentukan kita berhasil juga adalah keinginan kita untuk melakukan sesuatu untuk mencapainya. *Tapi ingat di atas segala sesuatunya adalah kasih karunia Tuhan*. Gw pernah baca kek gini "Sebenernya tidak ada cita-cita yang terlalu tinggi, tetapi yang menjadi masalah apakah usaha kita sudah setinggi cita-cita kita?".

 If you failed to plan, you plan to fail.

Harus bikin strategi dan perencanaan untuk perang.

Where there is a will, there is a way.

The Will :
  • mau berusaha
  • bertahan kalo ada masalah
  • kreatif untuk memecahkan masalah2 yang berbeda
Tanpa strategi kita ga maju, termasuk strategi menggunakan waktu.

GA USAH BANDINGKAN/SAMAKAN DIRI KITA DENGAN ORANG LAIN. 


Artinya gini. Setiap orang emang beda. Gitu juga dalam kecepatan untuk mengerti sesuatu atau mengerjakan suatu tugas. Ada yang cukup belajar 1 jam per hari udah bisa langsung ngerti dan dapet nilai baik. Ada yang harus 8 jam sehari baru bisa ngerti untuk dapat nilai baik. Ada yang butuh cuma 1 hari menyelesaikan tugas programming dengan Pascal, tapi ada juga yang udah 4 hari ngerjain belom kelar juga *hahah, ini gw maksudnya*. Dan itu ga bisa dibandingin. Yang baru bisa ngerti kalo 8 jam belajar jangan nyamain dirinya dengan yang cukup belajar 1 jam. Apa Tuhan adil? Ya Tuhan adil. Dan menciptakan kita masing-masing unik. Tuhan adil memberikan 24 jam sehari untuk semua orang. Ga ada yang 18 jam atau 36 jam sehari. 

Gw pribadi belajar untuk ga bandingin diri gw dengan orang lain. Orang beda-beda. Kecepatan beda-beda. Belajar membandingkan diri dengan diri sendiri. Belajar membandingkan talenta/minat/bakat mana yang paling menonjol. Kalo membandingkan dengan orang lain jadi termotivasi, itu bagus. Tapi kalo jadi depress, mending ga usah deh. Gw yakin Tuhan itu ngasih sesuatu yang khusus untuk setiap kita. Ga cuma mau bilang sama orang yang 8 jam (istilahnya) kek gini : jangan iri sama orang yang 1 jam, ga usah malu kalo si 1 jam liat kita sering belajar dan kita jadi pura2 ga belajar, ato jangan takut dianggap kutu buku karna emang dia 1 jam sedang kita 8 jam. Jadi santay aja.


2. E (EFFICACY)

Efficay = kepercayaan diri, keyakinan seseorang akan kemampuan dirinya dalam memotivasi, mencari sumber daya, dan melakukan tindakan yang diperlukan untuk berhasil dalam melaksanakan tugas tertentu.

Penemuan 1 : "Efficacy didasarkan pada latihan atau kemahiran" --> tetapkan target yang konsiten
Penemuan 2 : "Selalu ada ruang untuk perbaikan/peningkatan di dalam efficacy"
Penemuan 3 : "Efficacy yang Anda miliki dipengaruhi oleh orang lain" --> Show me your friends, and I will show you your future.

3. R (RECILLIENCE)

Recillience adalah kemampuan pegas untuk kembali pada posisi semula. Kek pegas walau dia di tekan sedemikian rupa, dia menolak untuk tertekan dan akan kembali ke posisi semula, engga terus dalam posisi tertekan.
Recillience adalah kemampuan untuk pulih, kemampuan untuk bangkit dari masalah, bangkit dari kegagalan, engga menjadi orang yang tertekan saat ada masalah.

Yang terpenting bukanlah berapa banyak kita sudah jatuh, tetapi seberapabanyak kita bangkit. *ini ngena banget ke gw*. Hal itulah yang membedakan si pecundang dan pemenang. Seorang pemenang terus bangkit meskipun dia jatuh.
Bener sih gw ngerasa bgt. Saat gw gagal *belum kelar TA*, gw berasa gw menjadi batu sandungan dan ga bisa jadi berkat, baik di keluarga dan di lingkungan temen2. Tapi gw belajar sih, dalam masa kegagalan kita masih bisa memberkati orang lain, yaitu ditentukan dari respon kita saat kita ngadepin masalah/kegagalan. Saat kita bisa positif menyikapi kegagalan/masalah dan bangkit dari itu semua, di situ kita bisa menjadi berkat. Ya, mari belajar menjadi berkat bukan hanya saat kita berhasil, tetapi bahkan saat kita sekalipun gagal. Di dalam kelemahan, kuasaNya semakin nyata dan dimuliakan.

SABAR DAN TAHAN BANTING. BANGUN DAN BANGKIT KEMBALI.

4. O (OPTIMISM)

Optimis itu harus realistic dan flexible.
Realistic : menetapkan target yang di atas normal, namun masih bisa dicapai
Flexible : mengembangkan strategi dari tujuan yang sesuai dengan kondisi saat ini.

***

Okeh segitu dulu kawan2. Semoga bermanfaat. Gw juga abis nulis ini jadi semangat lagi. Yang penting bukan seberapa banyak jatuh, tapi seberapa banyak bangkit. Jangan nyerah. Harus sabar dan tahan banting. Kalo gagal ya coba lagi. Gagal itu bukan karena kamu belum berhasil, tapi karena tidak mencoba lagi. Dan intinya berserah sama Tuhan Yesus. Bukan dengan kekuatan kita. Kasih karunia memberikan kita hal yang jauh lebih besar daripada hasil yang bisa kita peroleh dengan kerja keras. Cukup kasih karunia dong, ga usah kerja? Hey, Bapa kita aja bekerja, dan Tuhan Yesus juga bilang Aku bekerja karena Bapaku bekerja. So, apalagi kita coy. Berusahalah di dalam pengharapan pada Allah, bukan berusaha di dalam pengharapan pada usaha itu sendiri. That's the difference. 

Okay. Gw mau mandi dulu. Lanjut ngerjain TA. Lanjut ke gereja jam 3 nanti ibadahnya. Lanjut TA lagi. Amin. GBU muah muah <3

Minggu, 09 Desember 2012

Serba Serbi

1. Orang yang nembak aku lewat sms adalah :


Hehe,,,,yaitu my daughter in God. You know what the feeling...WOW...
Tadi pas saat teduh yang menjadi ayat hafalan adalah di 3 Yohanes 1 : 4 "Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar daripada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran".
I pray all of my daughters in God (prisca, sweeta, ina, dita, and rinta) growing more and more in God, planted deeper and deeper *maaf bahasa inggrisnya ga bener*. Aminnn.

2. Foto-foto keluarga PA Ka Christine abis Sion Raya 8 Desember 2012 :

Dari kiri ke kanan : Gladys (Unpar, Arsi '11), Nella (ITB, TI'08), Kaka PA (ITB, DP'06), Yoan (ITB, SR'09), Christine (ITB, TL'08), Ka Juli (ITB, IF'07), Ka Marsel yang udah jadi Ibu Gembala dan sekarang ga PA lagi ma ka Christine (ITB, TL'07).


3. Junior Master Chef Australia Season 1

OMG, gw nge-fans banget sama ini anak 'PIERRE KHOURY *bukan pedofil ya*. Hahhaaa. Nih liat deh fotonya :




Hahaha, di antara semua kontestan season 1 ini gw nge-fans parah sama ini anak. Udah lama gw ga nge-fans sama seseorang/sesuatu. Alasan gw nge-fans sama dia karena apa ya? Pertama gayanya yang cool, suaranya yang serak-serak OK bgt, cara ngomong yang cool, rambut yang cool, wajah yang ganteng. Wkwk. Ternyata dia ada darah Libanonnya, dan emang cara ngomong bahasa Inggrisnya rada beda gitu.

Gw berdoa sama Tuhan, supaya dia ga salah pergaulan, bertumbuh menjadi pemuda yang luar biasa dan mengasihi Tuhan. Hahaa. OK bgt tuh. Udah jago masak lagi dia. Bisa jadi TH (Teman Hidup) idaman.

O ya, karena Pierre ini juga kriteria gw yg gw inginkan ttg TH gw jadi berubah (lagi). Terakhir gw ingin TH yang pandai bergaul, ramah sama setiap orang, gampang membawa suasana. Jadi gw pernah kenal orang yang bisa akrab sama semua orang, mulai dari anak-anak sampe nenek-nenek juga bisa. Menurut gw itu ajaib. Dan orang pandai bergaul pastilah sering ngomong. Haha. Nah pas liat si Pierre ini, gw jadi pengen TH yang cool cool gitu. Wkwk. Gayanya keren. Ga terlalu sering ngomong, tapi kalo ngomong WIHHHH. Suaranya juga lebih OK kalo serek serek cool gitu. #Naon?#. Terus gw juga pengen TH gw bisa masaklah minimal beberapa menu. I know cooking is 'wife stuff to do'. Tapi menurut gw ga salah sesekali suami itu bantuin masak istri di dapur and have good time together in cooking. Justru kalo suami yang bilang say big NO untuk urusan dapur rasanya kek gimana gitu. Kalo istri lagi sakit kan bisa suami yang masak. Ato kan kalo udah jadi istri tiap hari kita masakin makanan buat suami dan anak, kan mau juga sesekali dimasakin orang. Hahaha. Pembicaraan mulai tak terarah. Yah intinya si Pierre ini membawa beberapa pengaruh sama gw. Wkwk. Tapi kriteria memang masih bisa berubah. Yang penting 'kriteria wajib' sih yang terpenuhi, kalo 'kriteria tambahan' bisa berubah. 

Ini biografi Pierre :
Name: Pierre Khoury 
State: New South Wales 
Age: 15 
Place, date birth: October 12, 1997 
School: St. Mary's Cathedral  
Specialty Dish: Herb Crusted Lamb Cutlets with Stuffed Mushrooms and Green Beans  
Least Favourite Food: Eggplant, zucchini and fennel  
Game Plan: “To keep focused and try my best.”Idol: Taylor Swift He has Lebanon blood in him.  
O ya Pierre ini juga jago main drum loh. Salah satu kriteria TH gw juga salah satunya adalah bisa main alat musik supaya nanti pas mezbah keluarga bisa ada yang main musik. hahaha. Naonnnnn. Cuma kalo mezbah kluarga pake drum gimana ya??? Yah intinya bisa gitar ato keyboard ato suaranya bagus ato apalah. Tapi ya itu mah terserah Tuhan aja. Wkwk.

Selain Pierre, gw juga tertarik dengan kedekatan saudara kembar yang jadi peserta di Junior Master Chef Australia Season 1 ini, yaitu Isabela dan Sofia.

Mereka sodara kembar tapi bukan kembar identik. Dua duanya jago masak dan bikin restoran dari kedua nama mereka, Issofia. Terus mereka juga deket satu sama lain, saling mendukung dan menyayangi. Jadi pengen punya sodara kembar. Anak kembar gimana? Gw sih kaga ada gen kembar dari opung sama mama juga, ga ada sodara yang kembar. Cuma emang sih susah ngurusnya, tapi kalo nanti mereka bener2 deket kek bahagia gitu. Sama kek penyanyi yang terkenal di Youtube, Jayeslee (Janice dan Sonia) yang sama2 punya hobi nyanyi. Tapi gw juga kenal sih ada yang kembar, tapi kembaran itu ga akrab, sedih juga.

3. Bulan Desember

Kau tau?? Bulan Desember adalah bulan yang paling aku nantikan dan sepertinya dinantikan oleh banyak orang juga. Aroma Natal, aroma kue, aroma kumpul keluarga, lagu lagu natal yang berdendang, pohon natal yang indah, hiasan2 di mana2 (rumah, mall, jalan2), aroma liburan, aroma tahun baru, aroma ulang tahun (di keluargaku 3 dari 7 ulang tahun bulan Desember, Ka Eva 14 Des, my daddy 22 Des, my youngest sister 28 Des), dan 22 juga hari ibu. Ada banyak perayaan di bulan Desember.

TAPI...
Bulan Desember tahun ini rasanya aga berbeda. Jujur saja rasa cemas, rasa khawatir, rasa bersalah, rasa takut gagal, rasa takut mengecewakan, rasa takut ga bisa menyelesaikan, ahhh how can I describe this feeling? Bener2 campur aduk. Aku takut ga bisa melewati bulan desember ini seperti Desember lainnya. Aku justru semakin tegang karena ini Desember.

Ya itu semua karena Tugas Akhir yang belum kelar, takut ga kelar, takut dimarahi, takut nyusahin, takut mengecewakan, takut jadi batu sandungan di keluarga, takut ga sidang Januari, takut harus bayar kuliah lagi, takut belum bisa kerja. Banyak kekhawatiran. Dan itu semua membuat aku merasa tidak seperti Desember yang aku nantikan.

Tapi Tuhan ga pernah kasih roh ketakutan. Dia kasih Roh yang perkasa, Roh yang besar, Roh yang memberi  ketekunan, Roh yang mampu mengerjakan segala sesuatu, Roh yang lebih dari pemenang, Roh yang ga menyerah, Roh yang luar biasa, Roh yang memberi sukacita dan damai sejahtera, Roh yang memberi kekuatan dan penghiburan, Roh yang memberi semangat pada yang letih lesu, Roh yang memberi harapan pada yang sudah mulai putus asa, Roh yang melebihi pikiran manusia, Roh yang menyediakan lebih dari pada apa yang dipikirkan dan dirasakan, Roh yang lembut. Ya aku mau percaya itu. Ya aku mau mengalami itu. Ya aku sudah menerima Roh itu dan Dia ada di dalam rohku.

My Pray to My Dearest Lord, Almighty God

Tuhan aku mengucap syukur untuk kekuatan yang Kau beri di saat aku lemah.
Tuhan aku mengucap syukur untuk penghiburan di masa duka.

Tuhan aku mengucap syukur untuk kekhawatiran yang digantikan dengan damai sejahtera.
Tuhan aku mengucap syukur untuk putus asa yang diganti dengan harapan akan masa depan.

Tuhan aku bersyukur Kau menyediakan jauh lebih baik daripada apa yang dapat aku pikirkan.
Tuhan aku bersyukur Kau menjadikanku lebih dari pemenang.

Tuhan aku berterima kasih untuk iman yang Kau kuatkan supaya aku dapat terus memegang setiap janjiMu.
Tuhan aku berterima kasih untuk pengharapan kepadaMu yang tidak pernah mengecewakan.

Terimakasih Tuhan untuk RohMu yang berdiam di dalam rohku.
Terima kasih Tuhan karena Kau yang akan menyelesaikannya bagiku.

Terima kasih. Terima kasih banyak. Itu yang bisa aku katakan.
Aku mengasihiMu. MencintaiMu.