Jumat, 05 Juli 2013

Kasih Karunia Sejati (2)

Di dalam 1 Petrus, Kasih Karunia Disampaikan sebagai berikut :

  • 1:5 - Kasih karunia menjaga kita agar tidak jatuh. "Dipelihara dalam kekuatan Allah" (Lihat juga Yudas 1:24)
  • 1:22 - Kasih karunia memberi kita kuasa untuk mematuhiNya. "Menaati kebenaran dengan perantaraan Roh Kudus."
  • 2:1 - Kasih karunia memberi kita kuasa untuk membuang dosa. "Buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat, dan segala macam kemunafikan, kedengkian, dan fitnah."
  • 2:11 - Kasih karunia memberi kita kuasa untuk menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging. "Menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa."
  • 2:13 - Kasih karunia memberi kita kemampuan untuk tunduk kepada hukum-hukum manusia. "Tunduklah, ....kepada semua lembaga manusia"
  • 2:18 - Kasih karunia memampukan kita untuk menunjukkan sikap yang benar terhadap orang yang berwenang. "Hai kamu, hamba-hamba tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu..." (Lihat juga 3:1; 5:5)
  • 2:21-23 - Kasih karunia memberi kita kuasa untuk tidak mencaci maki ketika menderita. "Karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa dan tipu tidak ada di dalam mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan caci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkan-Nya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil"
  • 3:1 - Kasih karunia memberi kuasa kepada seorang istri untuk tunduk kepada suaminya. "Demikian juga kamu, hai istri-uistri, tunduklah kepada suamimu."
  • 3:16 - Kasih karunia memberi kuasa untuk tetap memiliki hati nurani yang baik. "Dengan hati nurani yang murni, supaya merek ayang memfitnah kamu....menjadi malu karena fitnahan mereka itu"
  • 4:8 - Kasih karunia adalah kuasa untuk memiliki kasih yang tidak egois terhadap sesama. "Tetapi yang terutama : kasihilah sungguh-sungguh eorang akan yang lain"
  • 4:9 - Kasih karunia memberi kuasa untuk memberi tumpangan dengan sikap yang baik "Berikan tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut."
  • 5:3 - Kasih karunia memberui kuasa untuk menjadi teladan. "Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menajdi teladan bagi kawanan domba itu."
  • 5:9 - Kasih karunia memberi kuasa untuk melawan iblis. "Lawanlah dia dengan iman yang teguh"
  • 5:10 - Kasih karunia memberi kuasa untuk menanggung penderitaan-penderitaan yang akan membuat kita sempurna. "Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaanNya yang kekal, akan melengkapi, mengeuhkan, menguatkan, dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya."
  • 5:12 - Inilah kasi karunia Allah yang sejati (semua yang disebutkan di atas). "Menasehati dan meyakinklan kamu bahwa ini adalah kasih karunia yang benar-benar dari Allah"

Kasih Karunia Sejati (1)

Ringkasan, diambil dari Buku Kekristenan Sejati karya Paul G. Caram Bab 4 "Kasih Karunia Sejati"

"...., aku menulis dengan singkat kepada kamu untuk menasihati dan meyakinkan kamu, bahwa ini adalah kasih karunia yang benar-benar dari Allah....." (1 Petrus 5 : 12)
Petrus menekankan tentang kasih karunia yang sejati. Hal ini menyiratkan bahwa ada tema tentang kasih karunia yang palsu yang dikhotbahkan di Gereja, hingga saat ini. Yudas 1:4 "....yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka.......". Sebaliknya, kasih karunia yang sejati mengajarkan kita untuk menolak kefasikan dan hawa nafsu duniawi (Titus 2: 11-12).

Kasih karunia itu tidak berarti membolehkan segala sesuatu!
Dengan diberikannya kasih karunia, itu tidak berarti dosa diperbolehkan atau dimaklumi. Kasih karunia itu tidak berarti Allah memalingkan wajahNya dan berpura-pura tidak melihat dosa kta, atau karena mengetahui kelemahan moral kita Ia akan memaklumi ketidaktaatan kita. Kasih karunia tidak pernah menghilangkan tanggung jawab kita untuk memelihara perintah-perintah Allah, sebaliknya memampukan kita untuk menaati semua itu.
Gereja harus menyadari bahwa Allah memang mengampuni dosa-dosa kita dengan darah Yesus, tetapi Ia tidak menganggap enteng dosa-dosa kita. Sebaliknya, Ia menawarkan kasih karunia sehingga kita dapat dibebaskan dari cengkraman dosa sehingga kita bisa melakukan kehendak Allah. Di mana dosa berlimpah. di situ kasih karunia dapat tersedia lebih berlimpah Roma 5:20b).

Kasih karunia mempunyai dua arti khusus :
a. Anugerah yang tidak layak kita terima. Anugerah adalah kemurahan dan kebaikanNya terhadap kita.
b. Kasih karunia adalah kemampuan dan kekautan ilahi. Kasih karunia adalah suatu kuasa yang mengubah, memampukan, dan memberi kekuatan.


  • Kasih karunia adalah satu-satunya hal yang mengubah kita (1 Korintus 15 :9-10)
  • Kasih karunia diberikan kepada mereka yang membutuhkannya (Ibrani 4: 16)
  • Kasih karunia hanya diberikan kepada orang yang rendah hati (Yak 4: 6; 1 Petrus 5: 5-6; Amsal 3 : 34)
  • Kasih karunia yang berlimpah-limpah akan membuat kita berkuasa dalam kehidupan (Roma 5 : 17)
  • Untuk menjadi sempurna dibutuhkan kasih karunia yang lebih banyak lagi (Ibrani 6 : 1-3)

Akhir yang Berkemenangan (Resume Khotbah Pdt. Petrus Agung)

Banyak orang yang memulai dengan roh, pengalaman rohani yang luar biasa, tetapi apakah kita akan mengakhiri hidup kita dalam roh atau dalam kedagingan?

Tanyakan pertanyaan itu pada setiap kita. Ini pertanyaan yang serius. Jangan merasa diri kita terlalu baik atau rohani. Banyak orang yang memulai dengan luar biasa, tetapi terhilang di akhir.

Sangat menyedihkan melihat orang percaya yang hari demi hari bukan menajdi lebih baik, tetapi semakin tidak menghormati Tuhan, semakin jauh dari Tuhan. Bagaimana mungkin ketika kita mengalami berkat rohani yang luar biasa, kita merasa biasa-biasa saja. Ada sesuatu yang salah.

Apakah kita di akhir hidup kita akan berkata : "NIKE!" (VICTORY!)

1. Mengapa orang Kristen bisa hidup dalam kedagingan? (Kis 7 : 23-29)
"It came to his heart...", bukan it came from his heart. Timbul keinginan di dalam hatinya yang berasal dari Allah. Allah yang memulai sesuatu di hati Musa, Tuhan yang memberi beban itu di hati Musa untuk mengunjungi saudara-saudaranya Bangsa Israel. Tetapi sesuatu yang dimulai dengan Roh, bisa dilanjutkan dengan kedagingan. Kenapa?
Kel 2 :11-12 --> Letak kejatuhan Musa adalah saat dia menoleh ke sana ke sini, bukan memandang kepada Allah. Banyak dari kita mengandalkan kekuatan kita, berpikir melakukan kehendak Allah dengan pandangan dan cara kita, dan tidak melihat Allah. Hal itu yang membuat kita hidup dalam kedagingan dan bukan di dalam roh lagi.
Awal kejatuhan saat kita berpikir, menyimpulkan, dan melakukan dengan cara sendiri untuk janji Tuhan yang Ia berikan.

Lukas 13 : 31-33--> Yesus tidak mengizinkan apapun mengintimidasiNya. Dia tidak menoleh ke kanan dan ke kiri. Orang lain bisa berkata apapun, yang Yesus lakukan adalah melakukan kehendak Allah. Yesus tidak pernah ditangkap, Yesuslah yang menyerahkan diriNya sendiri kepada orang-orang yang mencariNya. Saat di atas kayu salib pun, Dia yang menyerahkan nyawaNya sendiri kepada Bapa. Beda dengan dua orang yang di salib di kanan dan di kiri Yesus, mereka dan semua orang yang di salib biasanya belum mati. Mereka mati tercekik (sulit bernafas) saat kakinya dipatahkan. Tidak ada kaki Yesus yang dipatahkan (seperti yang dinubuatkan sebelumnya).

Jangan remehkan nubuatan. Tetapi jangan toleh kanan ke kiri, jangan menyimpulkan sendiri dan melakukan sendiri itu semua. Pandang Yesus, hanya liat pada Yesus.

2. Mengapa kita seringkali gagal di dalam Roh?
Karena kita tidak mengizinkan Allah membongkar hati kita.
Lukas 2 : 34-35--> Yesus datang membawa pedang, bukan untuk membunuh manusia, tetapi untuk menembus jiwa kita. Untuk membuat hati kita jujur, membongkar siapa kita yang sebenarnya, terbuka di hadapan Allah.
Fungsi doa : kita bisa mengerti kondisi diri kita sendiri. Orang yang intim dengan Tuhan, terampil menunjukkan kesalahan dirinya sendiri, dia tahu apa yang salah di hatinya, dan mengakui dan menyerahkannya di hadapan Allah. Orang yang terampil menyatakan kesalahan orang lain itu masih jauh dari Allah.
Jika kita membiarkan Tuhan membongkar hati kita, kita semakin tau siapa kita, dan hari-hari kita akan diisi dengan pertobatan dan permintaan maaf kepada orang lain. Bukan lagi kita menunjuk-nunjuk kesalahan orang lain.
Banyak orang menipu dirinya sendiri, dan Tuhan tidak bisa ditipu. Tuhan tahu isi hati kita, kedalaman dan keinginan hati kita. Jujur di hadapan Tuhan. Jika kita masih egois, katakan sejujurnya pada Tuhan, bukan berdoa berpura-pura di hadapan Allah. Akui itu semua di hadapanNya, ia akan mengubahkan kita.
Biarkan Firman mengekspos kondisi hati kita yang sesungguhnya dan Firman itu sendiri yang akan mengubahkan kita.

3. Matius 25 : 1-13.
Dua kata yang berbeda : beri dan beli. Yang membuat gadis-gadis itu bodoh karena mereka berpikir mereka bisa mendapatkan dengan cukup diberi, tetapi mereka harus membeli.
Banyak anak Tuhan, saat bersama-sama dengan orang percaya lainnya begitu bersemangat, percaya pada nubuatan. Tetapi pada saat sendirian, dia tidak bersemangat lagi, lupa dengan nubuatan. Tidak cukup dengar khotbah seminggu sekali. Jangan bergantung pada orang lain dan bergantung pada keadaan.
Cari Tuhan, bayar harganya, jangan bergantung pada orang lain.
Pelajari Firman Tuhan, itu akan mengubahkan kita, membuat eksplosion di dalam hidup kita.
Berhikmat dan dibentuk juga dalam hal mengelola uang. Kita diuji integritasnya dalam mengelola uang. Sikap hati kita adalah kita hanya bendahara Tuhan, uang yang ada pada kita adalah milik Tuhan, kita hanya pengelola uang.
Beli sendiri dengan anugrah Tuhan.

Rabu, 22 Mei 2013

Kekhawatiran dan Stres

Halohhhhhhhhaaaaaaaaaaaaaa!!!
Apa kabarnya? 
Luar biasa! Yesus dahsyat! Yes yes yes!!!!

Aku sedang membaca buku "Crazy Love", buku hadiah yang diberikan kaka PA saya saat ultah saya taun kmaren. Banyak sekali yang aku dapetin dari buku ini. Ke depannya aku bakalan ngepost banyak tulisan dari buk ini, baik langsung kutip ato disesuaikan dengan bahasa yg aku dapatkan. Semoga kalian terberkati.

Kekhawatiran menyiratkan bahwa kita tidak benar-benar percaya bahwa Tuhan cukup besar, cukup berkuasa, atau cukup mengasihi kita, sehingga Dia mau menangani hal-hal yang terjadi dalam hidup kita. 
Stres mengatakan bahwa hal-hal yang kita kerjakan sangat penting sehingga tidak salah untuk menjadi  tidak sabar, kurang sopan terhadap orang lain, atau ingin mengendalikan keadaan. 
Pada dasarnya, kedua sikap ini menyiratkan bahwa berbuat dosa dan tidak mengandalkan Tuhan itu tidak apa-apa, karena yang saya alami dalam hidup ini memang luar biasa. Baik kekhawatiran maupun stres sebenarnya berawal dari kesombongan. Kedua hal itu menunjukkan kecenderungan kita untuk lupa bahwa sebenarnya dosa kita telah diampuni, bahwa hidup kita di dunia ini singkat, bahwa kita sedang menuju suatu tempat di mana kita tidak akan kesepian, ketakutan, atau tersakiti lagi, dan bahwa dibandingkan dengan kemahakuasaan Tuhan, masalah-masalah kita terlalu kecil. 
Mengapa kita cepat sekali melupakan Tuhan? Siapakah kita ini, menurut pandangan kita sendiri?
(Dikutip dari Buku Crazy Love Hlm. 44. Author : Francis Chan)

First Time

Beberapa waktu yang lalu saya membaca tweets seseorang yang intinya bilang kek gini "kapan terakhir kali kamu melakukan/mendapatkan/mengalami sesuatu yang baru untuk pertama kali?"

Pertanyaan itu memang cukup menggelitik hati saya. Sebagian besar orang memang sudah terjebak ke dalam kehidupan yang penuh rutinitas dan melakukan sesuatu yang sama terus menerus. Mungkin pertanyaan itu harus kita tanyakan kepada diri kita masing-masing. 

Oke, kali ini saya akan membuat list hal-hal yang baru saya lakukan untuk pertama kali.

1. Naik kuda
Tidak seperti anak lainnya yang sudah pernah naik kuda dari kecil, saya belum pernah naik yang namanya kuda, gajah, atau onta sekalipun. Akhirnya, di awal bulan Mei 2013 ini, saya dan teman-teman saya pergi ke De Ranch di Lembang, Bandung. Dan di situlah untuk pertama kalinya saya naik kuda. Ya lumayanlah dibawa muter 1 keliling sama si kuda.

2. Ke Borneo Island, khususnya Balikpapan
Sebelumnya saya belum pernah ke Balikpapan dan Kalimantan, saya baru ke Pulau Sumatera, Jawa, dan Bali. Dan untuk pertama kalinya, pada tanggal 14-17 Mei 2013 saya berada di Balikpapan, Kalimantan. Saya pergi ke sana untuk urusan pekerjaan, sayangnya karena jadwal yang sangat padat (kerja sampai jam 10 malam), saya tidak sempat jalan-jalan. Sepanjang hari hanya di hotel. Tetapi saya bersyukur, sempat di hari Selasanya saya main ke mall-nya sebentar itu jg untuk meeting, karena mulai Rabu-Jumat tidak sempat lagi main bahkan ke mall yg ada di samping hotel.

Pemandangan yang saya sukai adalah pemandangan pantai dan laut yang bisa dilihat dari WC dekat ballroom workshop kami. Haha. Hanya WC ini di hotel ini yang memperlihatkan pemandangan laut yang saya sukai. Hmmmm, untuk ke depannya saya berharap bisa main ke pantai dan berpoto di sana.

Oya ada suatu cerita yang menarik jga di sana. Jadi kami meeting hingga jam 10 mlam. Wktu itu saya membutuhkan membeli sesuatu yang sangat krusial. Tapi sayangnya mall sudah tutup. Saya dan teman saya mencoba mencari mini market atau warung di sekitar hotel. Kami coba berjalan, tetapi tidak menemukan. Akhirnya kami memutuskan naik angkot (angkotnya menghadap ke depan ga kaya di Bandung yg posisi duduknya nyamping). Dan baru menemukan warung setelah perjalanan yang lumayan. Pulangnya kami naik angkot yang supirnya orang Bugis dari Makassar.

3. Makan kepiting langsung dari cangkangnya
Pengalaman lain yang saya syukuri adalah setidaknya saya dapat menikmati kepiting khas balikpapan di tempat makan yang bernama Dandito. Kami makan malam bersama dengan teman2 kantor. Sejujurnya selama ini saya hanya makan kepiting yang sudah diolah, belum pernah langsung dari cangkang. Dan itulah untuk pertama kalinya.

4. Naik pesawat seorang diri
Sebelumnya saya selalu bersama keluarga atau teman kalau naik pesawat. Untuk pertama kalinya saya naik pesawat seorang diri, yaitu dari Balikpapan ke Jogjakarta. Teman dan dosen saya pulang ke Jakarta, tapi saya ke Jogjakarta karena ada acara retreat Heritage Camp.

Itulah my first time saya akhir2 ini. Kamu gimana???

--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Oya Jumat-Minggu tgl 17-19 Mei ada HC di Jogja. HC yang sangat luar biasa, di mana saya melihat betapa besarnya Tuhan, betapa besar kasih dan kuasaNya. Dia melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dahsyat dan ajaib. Saya berdoa adik-adik yg kami layani terus bertumbuh dan menjadi saksi yang hidup di mana pun mereka berada. Saya sangat bahagia. Saya tidak akan melupakan momen itu, terlebih anak2 yang saya layani. Wooowww. I love you, Jesus more.