Jumat, 11 Januari 2013

Karena Tuhan dan untuk Tuhan, give the best!!

Diingatkan Tuhan pagi ini:

"Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia" (Kol 3:23)

"Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga" (Pengkhotbah 9:10a)

"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia" (1 Kor 15:58)

--Tulisan lama yang baru dipublish juga dan saya diingatkan lagi untuk melakukan Firman di atas karena saya sedang tidak memberi yang terbaik hari-hari ini--

Jangan Menulis Sendiri

"Saat saya berusaha menulis kehidupan saya dengan kekuatan saya sendiri, dengan apa yang saya pikir baik, tanpa saya sadari saya sedang membawa hidup saya berjalan menjauh dari kehidupan yang baik itu sendiri.  
Saya semakin jauh dari panggilan terbesar saya, yaitu alat kemuliaan Raja segala Raja, saya tidak mencapai pencapaian yang seharusnya bisa saya peroleh."
So don't write it by yourself, just give the pen to Almighty God, and you'll see how amazing the story that He writes for you...

--Tulisan lama yang baru dipublish juga--

Kamis, 10 Januari 2013

MIMPI CADANGAN

"terkadang kita tidak bisa mencapai mimpi kita, tidak bisa sukses, atau tidak memberi yang terbaik karena kita punya mimpi cadangan, mimpi kedua, mimpi yang biasanya lebih kerdil dari mimpi utama. Plan A dan plan B bagus, tapi jangan karna ada plan B, terkadang kita ga fokus untuk mengerjakan plan A yang mana adalah plan utamanya." 
--Tulisan lama saya yang baru dipublish--

Selasa, 08 Januari 2013

Orang Farisi Modern yang Berdoa


Empat orang pria pergi ke kapel untuk berdoa.

Pria pertama berdiri dan mendoakan doa ini kepada dirinya sendiri, “Saya tidak tahu apa yang saya lakukan di sini, lagipula bukankah Yesus berkata bahwa Tuhan mengetahui kebutuhan kita, bahkan sebelum kita memintanya? Mengapa saya harus berdoa? Menurut saya, doa itu kelihatannya tidak penting!”

Pria kedua berdiri dan mendoakan doa ini kepada dirinya sendiri, “Dunia ini adalah dunia yang dipimpin oleh hukum yang abadi. Bagaimana mungkin saya berani menghampiri Tuhan dan meminta-Nya untuk mengubah salah satu peraturan di alam semesta ini, hanya untuk menyelaraskannya dengan keinginan saya? Menurut saya, doa itu sangat tidak masuk akal!”

Pria yang ketiga berdiri dab mendoakan doa ini kepada dirinya sendiri, “Menurut saya akan terlalu berbahaya baik secara emosi maupun mental jika saya berlari kepada Tuhan dengan kesulitan-kesulitan saya. Saya harus menajdi pria sejati yang dapat menyelesaikan semua kesulitan sendiri. Saya pikir doa adalah hal yang tidak sehat dan tidak dewasa!”

Pria keempat memukul dadanya dan berkata, “Tuhan, kasihanilah saya orang berdosa-dan ubahlah saya!” (cf : Lukas 18:13)

--Edward Wessling

Renungan
Dalam sikap hati kita ketika berdoa, kita perlu merendahkan diri kita di hadapan Tuhan, karena doa merupakan penyataan ketergantungan kita akan Tuhan. Pada waktu kita berdoa, apakah sikap hati kita benar-benar bergantung kepada Tuhan, atau apakah doa sudah menjadi tradisi bagi kita? Biarlah kita selalu menjaga hati kita dan selalu menggantungkan kehidupan kita kepada Tuhan.

Doa tidak mengubah Tuhan,
tetapi mengubahkan dia yang berdoa.
(Soren Kierkegaard)

Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik.
Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam
rumah-rumah ibadah dan pada tikungan-tikungan jalan raya,
supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu :
Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
(Matius 6:5)

Disadur dari Buku 100 Kisah Doa, Djohan Handojo. 2011. Hlm. 60-61. Light Publishing