Jumat, 21 September 2012

Menulis

Pagi ini gw lagi baca2 blognya punya ka Echa, ini dia alamatnya : http://theresia-hutapea.blogspot.com/.
Bagus banget blog-nya, bahasanya enak, topik2nya menarik dan memberkati, ada gambar2nya, dan bahkan ka Echa ngadain kuis gtu. Kalo gw tau ada kuisnya gw mau ikutan padahal, hadiahnya keren boo, buku rohani. Gw suka banget n ingin terus baca blog-nya.

Dari dasar hati gw, gw juga ingin bisa menulis. Ya, gw ingin buat tulisan2 yang memberkati dan buat bacaan yang menarik dan berguna. Salah satu yang gw suka dari tulisan kaka ini adalah bahasa yang sederhana dan terutama kisah2 kehidupannya yang OK.

Gw baru memulai kehidupan blog gw ga begitu lama. Sebenernya di luar tulisan2 yg gw post, ada banyak draft yang belom gw post-kan. Gw takut bahasanya yang masih kacau atau dengan topik yg gw bagiin itu sebenernya layak dipost atau engga. Setelah gw pikir2, ga mudah ternyata membagikan hidup lo untuk diketahui banyak orang, terutama hal2 yang ga baik dalam hidup lo, atau kondisi2 yang ga mengenakan. Kalo gw sih ya inginnya orang juga tau, bukan berarti gw ga punya masalah, gw punya dan gw mau kasi liat kalo gw ngejalaninnya bareng Tuhan.

Beberapa waktu yang lalu, ketika lagi parah2nya bergumul ttg TA, gw keknya pasang status2 perjuangan di FB, kadang gw ingin pasang status galau, tapi dalam hati gw bilang itu ga memberkati, jadi gw pasangnya ayat2 perjuangan. Ya sebenernya gw cuma mau bilang dalam masa sulit pun ya harus berjalan bersama Tuhan. Cuma mungkin ada yang nangkep kalo gw galau parah. Gw emang susah sih rasanya masa itu, dan ya gw memilih menghadapinya breng Tuhan, bukan dengan kekuatan gw doang.

Sebenernya dari kecil gw udah lumayan suka nulis. Waktu SD gw inget banget gw udah mulai menulis puisi dan lagu. Kalo puisi sampe SMP-lah terutama gw suka nulis, udah pas SMA udah berkurang, udah kuliah jarang banget. SD juga gw suka buat2 lagu gitu *tapi ga ada not2 baloknya, cuma liriknya dan gw mengingat nadanya di kepala gw* dan suka menyanyikan puisi dalam bentuk lagu *jadi ke mana2*. Gw juga pernah ikutan lomba buat puisi, baca puisi, dan lomba bercerita. Gw juga dulu pernah buat kek cerpen2 gtu. Hobi menulis gw lainnya paling ya gw suka nulis diary walau mood2an juga.

Nah itulah sulitnya, biasanya gw nulis semuanya di diary, gw kadang ingin bagiin hal2 yang gw alami, hal2 yang Tuhan ajarin dalam hidup gw ke orang lain. Nah salah satunya lewat blog ini. Cuma gw suka masih bingung dengan pertanyaan2 kek :

  • "ini mending di post ato engga ya?"
  • "ini bahasanya kaku ato engga ya?"
  • "ini bagus ato engga ya?"
Dan pikiran2 lainnya, makanya gw ga mau nge-tag orang baca blog gw, masih ga PD. Tapi setelah gw pikir2 gw mau tetap menulis aja. Meskipun bahasa gw masih belom seazek punya ka Echa, gw mau terus belajar, menemukan gaya menulis gw sendiri, dan terlebih gw rindu tulisan2 gw bisa jadi berkat gtu..Amiiiinn..

Keep writing!!!


Kamis, 20 September 2012

It's still not enough!!

Barusan aja mama gw telpon. Pembicaraan kami banyak mulai dari tanya kabar, bicara tentang TA, gw yang ga bisa wisuda oktober, dan lain-lain sampai ke suatu pembicaraan kek gini :

Mama said : " kalian (gw dan ade gw maksudnya) bagus emang ikutan pelayanan, tpi jangan sampe terganggu kuliahnya, jangan sampe kecapean. Kalian udah dewasalah udah tau apa yang harus dilakuin"

Pas awal dibilang gtu, gw sih langsung sedih dan agak gimana gitu di hati.

Gw said : "Tapi mah, coba deh menurut mama aku sama ciez (nama ade gw) bisa berubah karena apa?"
Mama said : "Maksudnya gimana? Iya sekarang kalian aktif pelayanan."

Gw ga tau harus bilang gimana lagi. Dan gw memutuskan untuk diam, dan mendengarkan mama gw.
Pas mama gw bilang gtu, sebenernya gw aga sesek gimana gitu. Dalam hati gw, gw bilang kek gini : "ma, aku dan cies yang sekarang bisa gini tuh ya karena kita ngalamin Tuhan di pelayanan ini, kita kenal Tuhan, dan diajari tentang mengampuni. Mungkin kalo engga, hubungan aku sama ade aku ke mama dan bapa ga bisa kek sekarang. Itu juga karena kami ada di pelayanan ini."

Hati gw aga sedikit sedih dan sesak. Gw yakin mama sama bapa bisa liat perubahan hidup kami berdua. Dan gw secara pribadi, kalo gw ga ngalamin jamahan Tuhan, gw ga bisa kek sekarang. Dulu gw ngomong sama ortu dengan high tone, ngomong seadanya dan seperlunya. But thanks God, He changes my life, my life   is never be the same again. He fulfills my heart with His love, dan buat gw ga bisa ga mengasihi ortu gw apapun keadaannya, apapun yang udah terjadi.

Waktu awal dibilang gtu, gw berasa intinya mama dan bapa bilang jangan terlalu aktiflah, kurangi yang ga perlu. Gw berasa sedih juga karena gw berasa mama bapa bilang gtu karena salah satu alasannya (mama gw bahas ttg IP ade gw juga) karena gw ga bisa wisuda oktober juga. Mereka bilang gapapa kalo emang ga bisa wisuda oktober, tpi dengan ngomong gtu gw berasa itu karena gw.

Ya itulah sebenernya salah satu alasan kesedihan gw juga ga wisuda oktober karena gw berasa ga jadi saksi yang bener. Sebenernya hai para pembaca, syukur ka Gusti, IPK saya sampe saat ini cum laude, saya pernah bilang ke bapa kalo saya main2 dan cuma pelayanan n pemuridan n ga bener kuliah ga mungkin kan saya dapat cum laude

But praise the Lord, Roh Kudus yang lembut mengingatkan saya. Ya itulah tantangannya. Saat kita hidup di dalam Tuhan, percaya bahwa Tuhan akan memberikan kemenangan dalam segala hal. Di pelayanan ini juga saya diajarkan bahwa studi kita juga adalah pelayanan kita ke Tuhan. Jadi ga membeda-bedakan, yang ini rohani, yang ini ga rohani. Hey my friends, hidup kita adalah persembahan buat Tuhan. So, segala sesuatu yang kita kerjakan buat Tuhan. Saat kuliah, saat pemuridan, saat ngobrol, bahkan saat makan dan minum itu semua untuk Tuhan. WOW. Saat makan dan minumpun itu adalah penyembahan buat Tuhan.

Saya diingatkan Roh Kudus lagi. Bahwa benar. It's so good and amazing that my life has changed. It's good that I can forgive others. It's good that I know who I am in God. That's all good, but still not enough. There are more. The world insist more, the world need more. And God, amazing God, give us more to be light and salt in this world. He gives the power to win everything.

Memang tidak mudah membagi waktu. Memang ada waktu tenaga uang yang dikorbankan. But thanks to God who can do all things. Dia yang memberi kekuatan untuk kita menang.

My points from this writing is :
  • what my mom said is true
  • God who are amazing gives us power to win our problem, to win all the areas in our life
  • The worlds need : The one who are know God, the one who anointing by Him, the one that can be trust and become role model.

I think there are 3 kinds of people :
1. The one who are success, but his attitude is not good. His moral is bad. And the success I think it will not be any longer. He can't be a role model.
2. The one who are not success, but has good attitude. He can not be role model either.
3. The one who success (sesuai dengan bidangnya, talenta, dll) and has good attitude. The one not live only for his life, his ego, but live for God. The one that know his calling, live for that calling. He is the one that can be role model that needed by this world.

Jadi, mari sama2 berjuang. Allah yang besar yang beserta kita memampukan kita. Saya pikir kalo studi  dan ga melayani Tuhan dan berhasil, it's great. Tapi kalo sambil studi tetep melayani Tuhan (which is take your time, money, and power) dan sukses, it's more than great. Dan Allah yang besar memampukan kita untuk melakukannya.

Semangat!! God bless..

Rabu, 19 September 2012

(^.^)


Sudah pudar rasanya semangat di dalam dada,
Tidak ada lagi semangat yang berkobar di dalam hati,
Semua terasa hilang,
Semua menjadi berubah,
Tidak tahu harus berkata apa,
Tidak tahu harus bersikap bagaimana,
Tidak tahu apa yang akan terjadi,

Bayangan ke depan menjadi samar,
Dunia menjadi lelah mencari kabar,
Dan aku terdiam di dalam kamar,
Mencoba diri untuk bersabar,

Hari demi hari terus berlalu,
Detik demi detik mengejarku dalam pilu,
Air mata mengalir tanpa diundang,
Langsung diseka supaya tak berdendang,

Sampai Sang Pangeran Damai datang,
Sampai Pelipur Lara hadir,
Sampai Kekasih Jiwa menjemputku,
Sampai Sahabat terbaik menghampiriku,

Dia mengaruniakan :
 Perhiasan kepala ganti abu,
Minyak untuk pesta ganti kain kabung,
Nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar,

Dia mengubah :
Ratapanku menjadi tarian,
Keluh kesahku dengan pujian,

Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan,
sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,
namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
(Habakuk 3 : 17-18)


Sabtu, 08 September 2012

Minggu, 10 Juni 2012

TRUE LOVE??

OMG,, Tuhan betapa sabarnya Engkau saat ada banyak umatMu yang berkata "aku mengasihiMu, Kau yang terutama, Kaulah yang kusembah dan kucinta", padahal di dalam hati umatMu tersimpan ilah lain (harta, jabatan, wanita, prestasi, dll), tidak mengutamakan Tuhan, dan lebih mencintai dunia daripada Engkau....yang di mulut dan hatinya berbeda, di mulut manis, padahal di hatinya busuk,,

O Tuhannn...Engkau memang sangat dahsyat...Engkau tetap mengasihi umat yang seperti itu...